Blogger Nurlaila,S.Pd,M.Pd

Sabtu, 21 Juli 2018

Contoh Menyusun Program Kerja Tahunan dan PKLT



SISTEMATIKA DAN KOMPONEN RENTRA
Penulisan dokumen rencana stratejik (REnstra) secara sederhana minimal  disarankan dengan struktur penulisan seperti berikut:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Rasional.
B. Dasar Hukum
C. Tujuan.
D. Sasaran.
BAB II : ORGANISASI DAN TATA KERJA.
A. Organisasi
B. Tugas Pokok dan Fungsi
C. Mekanisme Kerja.
BAB III : RENCANA STRATEGIS.
A. Visi, Misi dan Tujuan
B.Sasaran dan Aktivitas Organisasi.
C.  Strategi pendekatan kebijakan.
E. Program dan Kegiatan. (Secara lengkap lihat matrik)
BAB IV : PENUTUP
LAMPIRAN.
1. Matrik Rencana strategis
2. Matrik Jadwal Pentahapan.

 PENJELASAN TEKNIS PENULISAN
Untuk mempermudah dalam penyusunan rencana strategis, berikut diberikan penjelasan teknis sebagaimana aturan dalam mengembangkan penyusunan Renstra. Penggunaan susunan kalimat sepenuhnya diserahkan pada tim penyusun Renstra lembaga yang bersangkutan, selama memenuhi persyaratan : keterbacaan dan mudah dimengerti oleh pembacanya.
KATA PENGANTAR :
Kata pengantar merupakan pengantar dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dan uraiannya pada umumnya berisi tentang : Pentingnya penyusunan renstra, kebijakan pokok lembaga, keterlibatan seluruh unsur, proses penyusunan dan ucapan terima kasih.
DAFTAR ISI
Daftar Isi merupakan petunjuk bagi pembaca untuk mecari halaman berapa yang akan dibaca. Daftar Isi dapat dibuat lebih rinci sesuai dengan rincian yang ditulis. Kata Pengantar dan Daftar Isi diberikan nomor halaman menggunakan romawi kecil (i, ii, iii… dst). Sedangkan untuk Bab I sampai Lampiran nomor halaman mengunakan angka (1, 2, 3… dst).
BAB I : PENDAHULUAN
A. Rasional.
Rasional berisi uraian tentang perlunya penyusunan renstra dalam mencapai visi dan misi lembaga, dukungan peraturan dan perundangan yang mewajibkan lembaga menyusun renstra. Kebijakan-kebijakan penting dari pimpinan Departemen maupun Direktorat Jenderal yang dapat dijadikan rujukan akan lebih melengkapi rasional yang akurat. Pendekatan manajemen baik secara konsep maupun pengalaman emperik, penjelasan teknis juga perlu diperhatikan. Uraian rasional cukup singkat, jelas dan mudah dimengerti sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikiran tentang penyusunan renstra.
B. Dasar Hukum
Dasar hukum memuat daftar urutan UU, PP, Perpres, Inpres, Permendiknas dan Instruksi Menteri maupun SK Dirjen sebagai landasan hukum yang mewajibkan penyusunan renstra atau merupakan suplemen tentang Rencana Strategis.
C. Tujuan Penulisan
Menjelaskan tujuan penulisan Renstra tersebut, yaitu penyusunan renstra dalam mencapai visi dan misi lembaga.
D. Sasaran Penulisan
Sasaran yang dimaksud adalah sasaran penulisan atau indikator keberhasilan dari penulisan renstra ini, merupakan pernyataan hasil yang hendak dicapai.

BAB II : ORGANISASI DAN TATA KERJA.
A. Organisasi
Menjelaskan dasar hukum dari struktur organisasi sekolah yang bersangkutan, baik melalui narasi maupun bagan struktur organisasi, atau menggunakan keduanya yaitu narasi dan bagan struktur organisasi.
B. Tugas Pokok dan Fungsi
Menjelaskan tugas pokok dan fungsi lembaga dari pejabat yang paling tinggi sampai pejabat yang rendah.
C. Mekanisme Kerja.
Menjelaskan mekanisme kerja lembaga baik internal maupun eksternal,  dapat dilengkapi atau dijelaskan dengan bagan mekanisme kerja internal dan eksternal.

BAB III : RENCANA STRATEGIS.
A. Kebijakan Nasional Strategis
Dalam kerangka penulisan renstra kebijakan nasional tidak dimasukkan, tetapi akan lebih lengkap bila kebijakan nasional tersebut perlu dimunculkan sebagai acuan penulisan dan pengembangan rencana strategi. Kebijakan Nasional Strategis diambil dari kebijakan tingkat Nasional, biasanya sudah tertuang dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) dan Rencana Strategis yang disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dari beberapa kebijakan yang ada diambil kebijakan yang sesuai dengan Tupoksi lembaga.
B. Visi, Misi dan Nilai-nilai.
Menjelaskan visi, misi dan nilai-nilai yang disusun dengan urutan :
1. Visi : diambil dari visi lembaga (kalau sudah ada), kalau belum ada maka perlu disusun terlebih dahulu.
2. Misi : diambil dari misi lembaga (kalau sudah ada)
3. Tujuan : menjelaskan tujuan dari setiap misi lembaga, yang dapat diuraikan dalam satu atau beberapa tujuan..
A.    Sasaran dan Aktifitas Organisasi
1.      Sasaran : menguraikan tentang sasaran setiap tujuan, sebaiknya penulisan sasaran dengan pernyataan kuantitatif yang hendak dicapai dalam jangka panjang.
2. Aktivitas Organisasi : menguraikan daftar kegiatan manajemen mulai dari penyusunan renstra, koordinasi, memfasilitasi, konsolidasi, pengendalian melalui monitor dan evaluasi, tindak lanjut hasil ME dan penulisan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP)
D. Program dan Kegiatan.
Pada dasarnya menguraikan program jangka panjang dalam bentuk kegiatan – kegiatan yang harus dilakukan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Program dinyatakan dalam kata benda dan merupakan program dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Program dan kegiatan ini disarankan mengacu pada program dan kegiatan setiap unit kerja atau sub unit kerja, seperti kebijakan yang disebutkan sebelumnya. Dalam dokumen Renstra cukup sampai program-program lembaga..
Program : merupakan pernyataan kumpulan kegiatan yang mengacu pada tujuan dan tupoksi Unit Kerja tersebut (biasanya dalam bentuk kalimat yang dibendakan)
Kegiatan : merupakan uraian dari program dalam bentuk kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran, sesuai dengan kebijakan lembaga. Penulisan kegiatan dalam bentuk kalimat kerja dan terukur secara kuantitas yang akan dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Penulisan kegiatan bila diuraikan dalam matrik maka kegiatan tersebut pernyataannya harus sudah terukur.

BAB IV : PENUTUP
Dalam uraian penutup menjelaskan proses penyusunan yang berhasil dengan baik atas dukungan semua pihak, dan hasilnya akan dapat bermanfaat bagi seluruh pimpinan maupun staf sehingga semua pihak dapat memberikan kontribusi dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Biasanya juga termasuk ungkapan terima kasih.

LAMPIRAN.
Dalam lampiran dokumen renstra dapat dilampirkan beberapa matrik sebagai ringkasan dokumen renstra. Matrik tersebut antara lain:
1. Matrik Rencana strategis  (Exel)
2. Matrik Pentahapan. (Exel)

VI. PENUTUP
Demikian penjelasan teknis penyusunan rencana strategi lembaga Namun demikian tidak menutup kemungkinan masing-masing lembagadapat mengembangkan sesuai dengan kebijakan maupun tuntutan sekolah setempat. Yang terpenting adalah dokumen Rencana Strategi dapat diukur untuk diketahui tingkat kinerjanya melalui laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Semoga penjelasan teknis ini dapat membantu tim dalam menyusun rencana strategi lembaga dan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP).

Contoh PROGRAM KERJA TAHUNAN KAPALA SEKOLAH

TK Antah berantah BANDA ACEH


No
Waktu
Program/Kegiatan
Target/ Sasaran
Tujuan
Kebijakan
Penanggung jawab
Pembiayaan
Ket
1
M 4 (Juni 2016)
Persiapan Kebutuhan tahun Ajaran Baru
Guru dan kepala sekolah
Untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah untuk satu tahun
Berdasarakan Permendikbud No137/2014

Yayasan, Kepala Sekolah , dan guru
Rp 5.000.0000

2
M 4 (Juni 2016)
Membuat RAPBS
Yayasan, kepala sekolah dan guru
Untuk menentukan persiapan anggaran sekolah selama satu tahun
Berdasarakan Permendikbud No137/2014
ps
Yayasan, Kepala Sekolah


3
M 1 (Juli 2016 )
Perencanaan PPDB
Kepala sekolah dan Guru
Menentukan kepengurusan PPDB
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

4
M 1 &2
Juli 2016
Penyusunan KTSP
a.         Dokumen 1
b.        Dokumen 2
Guru dan kepala sekolah
Untuk Pedoman persiapan pelaksanaan pembelajaran
Berdasarakan Permendikbud No146/2014. UUGD No 14/2005
Ps 20 ayat 1
Kepala Sekolah  dan guru
Rp 2.000.000
D 1:Visi Misi dan tujuan sekolah, struktur kurikulum kalender Pddk, hari, Hari efektif
5
M 2 Juli 2017
Program Kerja Tahunan
Guru dan Kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan sekolah satu tahun
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

6
M 2 Juli 2017
Program Kerja Lima Tahun
Guru dan Kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan sekolah lima tahun
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

7
M 3 Juli 2016
Penyusunan Program supervisi dan program pembinaan
Guru, operator/ TU, kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan supervisi dan pembinaan
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah  
Rp 200.000.

8
M 3 setiap bulan
Mengadakan Rapat Rutin  guru dan kepala sekolah
Guru dan Kepala sekolah
Menyampaikan informasi untuk kepentingan sekolah

Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 600.000

9
M 3 Juli 2016
Sosialisasi Visi, Misi, tujuan sekolah dan kalender Pendidikan
Wali Murid
Mengetahui Visi dan Misi, program kerja sekolah
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

10
Disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan


Peningkatan SDM guru
Guru dan kepala sekolah
Meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah
Undang-undang guru dan dosen nomor 14 tahun 2005 ps 20
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 3500.000.

Disesuai
kan
11
Setiap Bulan
Pelaksanaan Supervisi Kelas
Guru
Meningkatkan proses pembelajaran
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 1000.000.

Sesuaikan dengan program
12
M1 Senin
Pelaksanaan pembinaan guru
Guru
Meningkatkan kreativitas guru
Berdasarkan Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 3000.000.

Sesuaikan dengan program
13
M1 Agustus 2016
Pengelolaan administrasi peserta didik
Kepala Sekolah , dan guru
Pendataan dan pelaporan administrasi peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 2000.000.


14
M1 Agustus
Pengadaan, inventarisasi, pelaporan barang
Kepala Sekolah , dan guru
Menertibkan administrasi barang
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 2000.000

15
M2 Agustus 2016
Merencanakan
Kegiatan Ekstra kurikuler
Peserta didik
Menambah wawasan peserta didik
Berdasarkan Permendiknas no 62 tahun 2014
Kepala Sekolah, dan guru
Rp 3000.000.

Pelaksanaan Disesuaikan dg program
16
M 3 Agustus
Pendataan administrasi kepala sekolah dan guru
Kepala Sekolah, dan guru
Menertibkan administrasi kepala sekolah dan guru

Kepala Sekolah, dan guru


14
M2 dan M4 setiap kamis
Mengikuti kegiatan PKG/Gugus
Guru dan kepala sekolah
Meningkatkan kualitas guru
Berdasarkan Permendiknas no 35 tahun 2010
Kepala Sekolah, dan guru
Rp 3000.000.


15
M1 Rabu
Mengikuti kegiatan KKK-TK
Kepala sekolah
Memperoleh informasi dan menjalin silaturrahim
Berdasarkan Permendiknas no 28 tahun 2010
Kepala Sekolah
RP. 3000.000

16
Akhir Semester
M1 Des dan M3 Juni
Penilaian Perkembangan, mengevaluasi hasil penilaian, pelaporan peserta didik
Peserta Didik
Untuk mengetahui Tingkat Pencapaian Perkembangan Peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 2.000.000

17
Akhir Semester II Mei M 2
Merencanakan kegiatan pagelaran seni dan perpisahan sekolah
Peserta didik dan Wali Murud
Menampilkan kecakapan kreativitas seni Peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
ps
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 3000.000

18
M4 Juni
Menyusun laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah
Bendahara
Untuk melaporkan penggunaan anggaran satu tahun
Berdasarkan Permendikbud No 17 Tahun 2003
Bendahara dan kepala sekolah
RP. 1.000.000

19
M4 Juni
Membuat laporan hasil evaluasi program kerja tahunan kepala sekolah
Kepala Sekolah, dan guru
Melaporkan hasil evaluasi program kerja tahunan kepala sekolah
Berdasarkan Permendikbud No 19 Tahun 2007
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 1.000.000



No
Waktu
Program/Kegiatan
Target/ Sasaran
Tujuan
Kebijakan
Penanggung jawab
Pembiayaan
Ket
1
M 4 (Juni 2016)
Persiapan Kebutuhan tahun Ajaran Baru
Guru dan kepala sekolah
Untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah untuk satu tahun
Berdasarakan Permendikbud No137/2014

Yayasan, Kepala Sekolah , dan guru
Rp 5.000.0000

2
M 4 (Juni 2016)
Membuat RAPBS
Yayasan, kepala sekolah dan guru
Untuk menentukan persiapan anggaran sekolah selama satu tahun
Berdasarakan Permendikbud No137/2014
ps
Yayasan, Kepala Sekolah


3
M 1 (Juli 2016 )
Perencanaan PPDB
Kepala sekolah dan Guru
Menentukan kepengurusan PPDB
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

4
M 1 &2
Juli 2016
Penyusunan KTSP
a.         Dokumen 1
b.        Dokumen 2
Guru dan kepala sekolah
Untuk Pedoman persiapan pelaksanaan pembelajaran
Berdasarakan Permendikbud No146/2014. UUGD No 14/2005
Ps 20 ayat 1
Kepala Sekolah  dan guru
Rp 2.000.000
D 1:Visi Misi dan tujuan sekolah, struktur kurikulum kalender Pddk, hari, Hari efektif
5
M 2 Juli 2017
Program Kerja Tahunan
Guru dan Kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan sekolah satu tahun
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Seklah , dan guru
Rp 1.000.000

6
M 2 Juli 2017
Program Kerja Lima Tahun
Guru dan Kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan sekolah lima tahun
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

7
M 3 Juli 2016
Penyusunan Program supervisi dan program pembinaan
Guru, operator/ TU, kepala sekolah
Untuk pedoman pelaksanaan supervisi dan pembinaan
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah  
Rp 200.000.

8
M 3 setiap bulan
Mengadakan Rapat Rutin  guru dan kepala sekolah
Guru dan Kepala sekolah
Menyampaikan informasi untuk kepentingan sekolah

Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 600.000

9
M 3 Juli 2016
Sosialisasi Visi, Misi, tujuan sekolah dan kalender Pendidikan
Wali Murid
Mengetahui Visi dan Misi, program kerja sekolah
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 1.000.000

10
Disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan


Peningkatan SDM guru
Guru dan kepala sekolah
Meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah
Undang-undang guru dan dosen nomor 14 tahun 2005 ps 20
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 3500.000.

Disesuai
kan
11
Setiap Bulan
Pelaksanaan Supervisi Kelas
Guru
Meningkatkan proses pembelajaran
Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 1000.000.

Sesuaikan dengan program
12
M1 Senin
Pelaksanaan pembinaan guru
Guru
Meningkatkan kreativitas guru
Berdasarkan Permendiknas N0 13 tahun 2007
Kepala Sekolah
Rp 3000.000.

Sesuaikan dengan program
13
M1 Agustus 2016
Pengelolaan administrasi peserta didik
Kepala Sekolah , dan guru
Pendataan dan pelaporan administrasi peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 2000.000.


14
M1 Agustus
Pengadaan, inventarisasi, pelaporan barang
Kepala Sekolah , dan guru
Menertibkan administrasi barang
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah , dan guru
Rp 2000.000

15
M2 Agustus 2016
Merencanakan
Kegiatan Ekstra kurikuler
Peserta didik
Menambah wawasan peserta didik
Berdasarkan Permendiknas no 62 tahun 2014
Kepala Sekolah, dan guru
Rp 3000.000.

Pelaksanaan Disesuaikan dg program
16
M 3 Agustus
Pendataan administrasi kepala sekolah dan guru
Kepala Sekolah, dan guru
Menertibkan administrasi kepala sekolah dan guru

Kepala Sekolah, dan guru


14
M2 dan M4 setiap kamis
Mengikuti kegiatan PKG/Gugus
Guru dan kepala sekolah
Meningkatkan kualitas guru
Berdasarkan Permendiknas no 35 tahun 2010
Kepala Sekolah, dan guru
Rp 3000.000.


15
M1 Rabu
Mengikuti kegiatan KKK-TK
Kepala sekolah
Memperoleh informasi dan menjalin silaturrahim
Berdasarkan Permendiknas no 28 tahun 2010
Kepala Sekolah
RP. 3000.000

16
Akhir Semester
M1 Des dan M3 Juni
Penilaian Perkembangan, mengevaluasi hasil penilaian, pelaporan peserta didik
Peserta Didik
Untuk mengetahui Tingkat Pencapaian Perkembangan Peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 2.000.000

17
Akhir Semester II Mei M 2
Merencanakan kegiatan pagelaran seni dan perpisahan sekolah
Peserta didik dan Wali Murud
Menampilkan kecakapan kreativitas seni Peserta didik
Berdasarkan Permendikbud No 137 Tahun 2014
ps
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 3000.000

18
M4 Juni
Menyusun laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah
Bendahara
Untuk melaporkan penggunaan anggaran satu tahun
Berdasarkan Permendikbud No 17 Tahun 2003
Bendahara dan kepala sekolah
RP. 1.000.000

19
M4 Juni
Membuat laporan hasil evaluasi program kerja tahunan kepala sekolah
Kepala Sekolah, dan guru
Melaporkan hasil evaluasi program kerja tahunan kepala sekolah
Berdasarkan Permendikbud No 19 Tahun 2007
Kepala Sekolah, dan guru
RP. 1.000.000


                                                                                    Banda Aceh, 30 Juni 2018



                                                     Kepala TK Antah Berantah


                                                                                                                                                                                                   Nurlaila

PROGRAM KERJA LIMA TAHUN
TK Antah Berantah BANDA ACEH

No
Waktu
Program/Kegiatan
Target/ Sasaran
Tujuan
Kebijakan
Penanggung jawab
Pembiayaan
Ket
1
2018
Peningkatan SDM guru
Kepala Sekolah, Semua Guru
Meningkatkan kemampuan kepala TK dalam menajemen sekolah, dan kemanpuan guru dalam menyusun program, melaksanaka, dan mengevaluasi pembelajaran
Berdasarakan
UU No 14 Tahun 2005 pasal 4
Yayasan, Kepala Sekolah
Rp 5.000.000

2
2018
Pendidikan karakter guru
Kepala Sekolah dan Guru
Memperbaiki perilaku guru dalam mendidik
Berdasarakan
UU No 14 Tahun 2005 pasal 6
Kepala sekolah dan yayasan
Rp 3.000.000

3
2018
Pendidikan karakter Peserta didik
Peserta didik
Membiasakan berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari
Berdasarakan
UU No 14 Tahun 2005 pasal 6
Kepala sekolah dan yayasan
Rp 2.000.000

4
2019
Peningkatan Kemampuan TIK Guru
Kepala sekolah dan guru
Menambah kemampuan guru dalam menggunakan IT
Berdasarakan
UU No 14 Tahun 2005 pasal 4
Kepala sekolah dan yayasan
Rp 6.000.000

5
2019
Pelatihan guru membaca Al Quran Juz 30
Kepala Sekolah dan guru
Memperbaiki bacaaan huruf, hijaiyyah, tajwid, dan hafalan juz 30
Berdasarakan
UU No 14 Tahun 2005 pasal 4
Kepala sekolah dan yayasan
Rp 5.000.000

6
2020
Pengadaan penambahan sarana dan prasarana in door out door
yayasan
Kelancaran proses pembelajaran
Berdasarakan
Permendikbud No 137 Tahun 2014
ps
Yayasan dan kepala sekolah
Rp 10.000.000

7
2021
Perawatan sarana prasarana TK
yayasan
Untuk menjaga dan memperindah sarana dan prasarana TK
Berdasarakan
Permendikbud No 137 Tahun 2014
ps
Yayasan dan kepala sekolah
Rp 10.000.000



                                             Banda Aceh, 30 Juni 2016                                              Kepala TK.......







Lagu Gernasbaku


Senin, 17 September 2012

Puisiku: Pengorbanan sia-sia

30 tahun telah ku tempuh perjalanan itu
Banyak yang ku temui disana
Ada jurang, terjal, dan liku-liku
Hari-hari kulalui bersama mereka

Banyak pengalaman manis dan pahit
Lebar, luas dan terjepit
Suka, duka dan prestasi
Menemani dan mengukir hari-hari

Perjalanan tertatih meniti karir
Dengan hati ikhlas tuntunan hati
Penuh bakti berdedikasi
Tanpa pamrih dengan bimbingan ilahi Rabbi

Saat manakala kurasa sampai pada masa
Serta merta mereka menaburi prahara
Luka ternganga disana membahana
Tanpa ada rasa dan cinta yang tersisa

Mereka mengubur semua
Bagaikan tak pernah ada
Mereka tak pernah merasa
Apa yang telah tercipta

Mereka mendustainya, dan tak pernah menatap
Semua telah ku capai dengan segala kepayahan
Dengan segala kemampuan berkarya
Mungkin penyakit telah menggrogotinya
Dalam daging, tulang, dan hatinya

Jangan biarkan perjalanan bagaikan sia-sia
Engkau akan memiliki semua
Motivasi jiwa dengan bimbingan doa
Poleskan hati dengan kesabaran
Akan tercipta satu kesuksesan yang membanggakan
Nantinya...

mohon kesehatan, keimanan & kecukupan


Sahabatku,  doa ini mohon kesehatan, keimanan & kecukupan.

 "Allahumma ‘afini fi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a’udzubika minal-kufri wal-faqri, allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil-qabri, la ilaha illa anta.

“Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau.” (H.R. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Rabu, 26 Oktober 2011

Ilusi


Ketika malam mendekap sunyi
Dimana ia hadir lagi
Tanpa menyapa…………
Mengusik semua angan
Menemani penuh rasa


Bayanganmu jua memeluk sukma
Menghantarkan keperaduan senja
Mengikat sejuta keindahan
Menyibak angan menelusuri malam

Detak  jam dinding menyapu sepi
Menghangat hati membakar rasa
Kala jiwaku kau tawan
Kelam tetap membisu….


Ku berharap
Kau mendekat
Mendekap erat
Tapi Seketika ku terhentak


Semua hanya ilusi
Aku masih menanti
Walaupun malam menemani
Tak dapat menghalau sepi


Di dada terngores luka
Membelah sukma
serta merta terasa Hampa
Menanti dan menanti……
Kapankah engkau hadir lagi
Ku menanti sampai sang fajar tiba

Jumat, 14 Oktober 2011

                                                     Catatan Anekdot
                                                      Anak didik TK


                                                       Kelompok : B
                                                        Semester : 1
                                              Tahun Pelajaran : 2011-2012

 Hari/
Tanggal
 Nama Anak
Didik
 Peristiwa
 Tafsiran
 Keterangan
 Senin
10 Okt 2011
Susi 
 Malas melakukan aktivitas /kegiatan padahal setiap harinya dia anak yang ceria 
 Kemungkinan ada permasalahan 
di rumah/keluarga
 melakukan kunjungan ke rumah untuk mengkomunikasikan
yang terjadi npada diri anak. dan ternyata ibunya sedang dinas ke luar kota



                                                                                         Banda Aceh, 14 Oktober 2011
                                                                                                Guru TK harapan Ibu
                                                                                                 
                                                                                                    (Nama Guru Kelas)

Kamis, 14 Juli 2011

PENDAFTARAN KTI ONLINE TAHUN 2011

Program Bimbingan Karya Tulis Ilmiah bagi guru secara online (KTI Online), adalah program untuk memberikan bantuan kepada guru dalam melaksanakan Kegiatan Pengembangan Profesi Guru, khususnya dalam menulis laporan kegiatan pengembangan profesi dan umumnya dalam melaksanakan penelitian sesuai dengan tata cara penulisan karya tulis ilmiah.Sebagaimana diketahui tujuan Kegiatan Pengembangan Profesi Guru adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolahnya. Dengan demikian penulisan karya tulis ilmiah sendiri bukanlah sebagai sasaran tetapi sebenarnya merupakan wahana untuk melaporkan kegiatan yang telah dilakukan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pembelajaran di sekolah.
Tahun 2011 ini PPPPTK TK dan PLB BANDUNG merekrut 500 guru yang mendapat pembimbingan dengan melibatkan LPTK, PPPPTK dan LPMP . Mudah-mudahan proses pembimbingan berjalan sesuai dengan schedule yang telah di rencanakan.

Pendaftaran online KTI Online tahun 2011 saat ini telah dibuka. Untuk tahun 2011 ini akan diprioritaskan peserta dari TK, SLB, dan sekolah inklusi. Klik link pendaftaran KTI Online 2011 untuk mendaftar. Isi biodata dan kelengkapan lainnya.

PERPANJANGAN WAKTU LAPORAN PENELITIAN 2010
dari Rudy Budiman - Senin, 10 Januari 2011, 11:40

Berdasarkan pertimbangan bahwa masih terdapat penelitian yang masih dalam tahap laporan akhir serta potensi proposal yang masih tahap penelitian, maka berdasarkan keputusan Progress Report Batam 2010 diberikan kesempatan untuk perpanjangan penyusunan laporan akhir penulisan karya tulis ilmiah 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Dengan demikian, dihimbau kepada seluruh peserta KTI Online untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dan kepada seluruh pengampu untuk tetap dapat memberikan semangat, motivasi dan pembimbingan kepada setiap peserta dalam grup pembimbingan masing-masing.


Informasi dari: KTI ONLINE



Alamat:
Jl. Dr. Cipto No. 9 Bandung
Kode Pos : 40171
Telp./Fax : 022 423-0068
website : www.tkplb.org
email : tkplb@tkplb.org
admin@tkplb.org

Minggu, 05 Juni 2011

Nurlaila.S.Pd: ITUKAH.....

Nurlaila.S.Pd: ITUKAH.....: "ITUKAH …………… Ketika malam menemaniku Aku terusik dengan berbagai beban Bagaikan menghimpit seluruh jasadku Sampai terasa membakar jiwa ..."

ITUKAH.....

ITUKAH ……………
Ketika malam menemaniku
Aku terusik dengan berbagai beban
Bagaikan menghimpit seluruh jasadku
Sampai terasa membakar jiwa

Lorong-lorong malam telah mengotori jiwa
Melewati jalan penuh liku
Ku coba telusuri satu persatu
Apakah yang menghantuiku

Ranting-ranting yang bergoyang
Dilembah nestapa penuh duka
Kadang aku berfikir
mengapa dia harus ada

Nyanyian sukma terus mengalir
Mengiringi gerak jantungku
dengkuran-dengkuran itu
Membatasi hayalanku

Menanti sang fajar tiba
Masih ditemani sang problema
Masih menanti dan menanti
Tanpa batas, itukah…………..
Sampai kapan, mungkin ketika
Sang penguasa menjemput

sabtu malam, 4 juni 2011

Sabtu, 04 Juni 2011

Upaya Penanaman konsep Bilangan melalui permainan mengukur menggunakan model explicit instruction pada TK Negeri 2 Kota Banda Aceh

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka menghadapi era globalisasi, program pendidikan harus mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi dan tangguh sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, terutama dalam penguasaaan terhadap berbagai keterampilan demi mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pasal 28 ayat 3, yang menyatakan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan taman pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, yang bertujuan untuk membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi, baik psikis maupun fisik, yang meliputi: moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik, serta seni untuk mempersiapkan anak didik dalam memasuki Sekolah Dasar (SD).
Salah satu bidang pengembangan yang diajarkan di TK adalah bidang pengembangan kognitif, yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Usia Prasekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak. Upaya Pengembangan berbagai potensi dapat dilakukan melalui permainan berhitung. Permainan berhitung di TK diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, melainkan juga dengan kesiapan mental, sosial, serta emosional.
Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung anak yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematisnya. Dengan kata lain, permainan berhitung di TK diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan dasar matematika, sehingga anak secara mental siap mengikuti pembelajaran matematika lebih lanjut di SD, seperti pengenalan konsep bilangan, lambang bilangan, warna, bentuk, ukuran, ruang, serta posisi melalui berbagai bentuk alat dan kegiatan bermain yang menyenangkan. Selain itu, permainan berhitung juga diperlukan untuk membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif, dan disiplin pada diri anak (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Berdasarkan pertimbangan inilah banyak orang tua menghendaki agar anak-anak mereka segera memiliki kemampuan berhitung, disamping membaca dan menulis, namun sering kali keinginan orang tua tersebut kurang sesuai dengan tahap perkembangan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan metode dan teknik-teknik keterampilan untuk pengenalan konsep-konsep bilangan atau membilang dengan memadukan bahan yang berasal dari alam yang dapat membantu guru dan anak didik dalam proses belajar-mengajar.
Pada dasarnya, pembelajaran persiapan berhitung di TK dilaksanakan dalam batas-batas dan aturan pengembangan pra-skolastik atau pra-akademik. Persiapan berhitung di TK dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Hal ini merupakan prinsip pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak, kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat mengekpresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas sehingga akan merangsang pola perkembangan kreativitas alami.
Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan supervisi kelas kepada guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk kompetensi dasar tersebut masih bersifat konvensional. Anak didik melakukan pengukuran dengan menggunakan satu alat tertentu saja sehingga hasil pembelajaran tersebut belum mencapai hasil yang maksimal. Penulis pun menyadari bahwa melalui permainan pengukuran, anak-anak dilatih untuk mengenal, membilang, dan memahami ukuran yang dapat membantu mereka dalam melatih imajinasi dan pengembangan kognitifnya.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2006), pengembangan kognitif ini bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya, menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, mengembangkan kemampuan logika matematika, pengetahuan dan waktu, mengembangkan kemampuan memilah dan mengelompokkan, serta memiliki persiapan pengembangan kemampuan berpikir secara teliti.
Dalam melatih anak didik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri, penulis menggunakan model pembelajaran Explicit Intruction, dimana merupakan metode dengan melibatkan anak didik secara aktif mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir dalam proses pembelajaran, yang kelak diharapkan akan dapat memberikan peluang untuk mempertajam gagasan dan berkreasi sesuai dengan kemampuannya. Dengan menggunakan metode ini, penulis dapat penelitian pembelajaran dengan memadukan konsep pembelajaran kooperatif.

B. Rumusan Masalah
Dalam pembelajaran membilang pada anak didik masih terdapat kelemahan-kelemahan, yang berkaitan dengan keefektifan pembelajaran. Solusi untuk mengatasinya antara lain melalui penerapan model Explicit Intruction. Dengan demikian, masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kurangnya kemampuan dasar dalam aspek Penanaman konsep bilangan melalui beberapa kegiatan permainan dan pembelajaran pengukuran diterapkan pada TK. Negeri 2 Kota Banda Aceh, Kelompok B3.
2. Metode dan teknik Pelaksanaan Proses Pembelajaran Penanaman Konsep bilangan pada anak didik belum tepat sasaran yang digunakan guru pada TK Negeri 2 Banda Aceh.
C. Pemecahan Masalah
Masalah peningkatan kemampuan anak didik pada TK .Negeri 2 Kota Banda Aceh dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit Intruction.
Adapun langkah yang akan ditempuh dalam menanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit intruktion, antara lain:
1. Guru menyampaikan tujuan dan mengelompokkan anak didik menjadi 2 kelompok, dimana tiap kelompok beranggotakan 6 orang. Komposisi kelompok adalah hetorogen, baik jenis kelamin, etnik, maupun kemampuan akademik.
2. Guru mendemontrasikan pengetahuan dan langkah pelaksanan yang akan dilakukan oleh anak didik.
3. Guru melakukan bimbingan pelatihan terhadap anak didik.
4. Guru menguji pemahaman anak didik dengan memberikan umpan balik (feedback) sesuai dengan kebutuhannya.
5. Guru memberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan latihan lanjutan sampai anak benar-benar menguasai konsep bilangan.
6. Guru melakukan evaluasi akhir dan mencatat hasil pengamatan.



D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Melatih anak dapat mengenal konsep bilangan dengan beberapa permaianan dan pembelajaran pengukuran oleh guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
2. Menerapkan Model Explicit Intruction dalam pembelajaran membilang dengan Pengukuran sebagai alternatif dalam menanamkan konsep bilangan pada anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
3. Mendeskripsikan kemampuan anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2 dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran .

E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk menguji konsistensi temuan empiris yang telah dipublikasikan oleh para ilmuwan terdahulu tentang model explicit intruction.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
a. Manfaat untuk anak didik
Pada penerapan Penanaman Konsep Bilangan dengan model pembelajaran explicit intruction, anak dapat menerima pengalaman belajar yang lebih bervariasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada kemampuan dasar kognitifnya, di antaranya: melatih anak didik supaya mampu membilang sesuai dengan urutan bilangan secara teratur serta mengenal ukuran jumlah suatu benda yang ada di sekitarnya; melatih anak didik untuk mengenal ukuran isi wadah sesuai dengan tahapan berpikir anak; dan yang juga tak kalah pentingnya adalah melatih koordinasi mata, tangan, dan emosi anak didik serta melatih daya ingat mereka untuk mengenal konsep bilangan.
b. Manfaat untuk guru
Memberi masukan tentang alternatif pembelajaran sehingga dapat memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan profesionalisme guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
c. Manfaat untuk sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran di waktu yang akan datang pada TK Negeri 2 Kota Banda Aceh.

F. Pengumpulan Data
Sumber data berasal dari pengamatan pada penelitian terhadap anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar dan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran.
Adapun cara pengambilan data adalah sebagai berikut:
1. Data tentang perencanaan pembelajaran yang diprogramkan sebelum pelaksanaan penelitian diambil dari literatur ilmiah.
2. Data hasil belajar diambil setelah anak didik melakukan kegiatan pembelajar yang ditentukan dalam penelitian ini.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Landasan Teori
1. Karakteristik Perkembangan Kognitif
Kemampuan kognitif merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Contoh dimensi karakteristik perkembangan kognitif antara lain : memahami konsep makna, dapat mengelompokkan benda berdasarkan persamaan ukuran, warna, dan bentuk, serta mengenali dan menyebut angka (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
Hurlock (1993) dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletakan dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Anak yang mengalami masa bahagia, dengan kata lain terpenuhi segala kebutuhannya, baik fisik maupun psikis di awal perkembangnya, diramalkan akan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya.
Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak, terutama pengalaman konkrit karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman aktif dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Pendidikan TK sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya.
Bloom dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. Hal ini bukan hanya sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga merupakan cara belajar yang mendasar, yang meliputi kegiatan memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar, mengembangkan konsep diri, melatih kedisiplinan, keberminatan, spontanitas, inisiatif, dan apresiasif. Raymond Wlodkowski dalam Megawangi (2004) menambahkan, anak yang mempunyai motivasi kuat untuk belajar mempunyai masa depan yang cerah yang diwarnai oleh penemuan, kesempatan, dan kontribusi. Mereka mempunyai kecenderungan alami untuk menguasai hal-hal tersebut yang akan membuatnya sukses sesuai dengan tahapan perkembangan kognitisnya.
Menurut Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2007), tahapan perkembangan kognitif anak ada 3 tahapan dalam proses membangun pengetahuannya, antara lain:
1. Asimilasi
Asimilasi merupakan proses penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang ada dalam benak anak.
2. Akomodasi
Akomodasi merupakan penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru pada diri seorang anak.
3. Equilibrium
Equilibrium merupakan keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspon sebagai hasil ketepatan akomodasi atau penyesuaian antara asimiliasi dan akomodasi.



2. Pengembangan Sains Permulaan
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2007), kemampuan sains permulaan berhubungan dengan berbagai percobaan atau demontrasi sebagai suatu pendekatan secara ilmiah atau logis dengan tetap mempertimbangkan tahapan berpikir anak. Fitjrof Capra dalam Megawangi (2004) mengatakan bahwa pengetahuan manusia tentang sains, masyarakat, dan kebudayaan telah begitu terkotak-kotak sehingga manusia tidak mampu melihat segala sesuatu secara keseluruhan (wholeness) dari setiap fenomena.
Meskipun secara teoritis terdapat keterbatasan dalam menilai setiap fenomena yang terjadi di sekitarnya, kemampuan yang akan dikembangkan pada anak didik TK akan dapat membuatnya melihat segala sesuatu secara menyeluruh, seperti: mengeksplorasi berbagai benda yang ada di sekitarnya, mengadakan berbagai percobaan sederhana, serta mengkomunikasikan apa yang telah diamati dan diteliti (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).

3. Tahapan Penguasaan Berhitung
1. Penguasaan konkrit
Penguasaan konkrit yaitu pemahaman atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda dan peristiwa konkrit, seperti pengenalan warna, bentuk, dan menghitung.
2. Penguasaan masa transisi
Penguasaan masa transisi adalah proses berpikir yang merupakan masa peralihan dari penguasaan konkrit menuju penguasaan lambang yang abstrak, dimana benda konkrit itu masih ada dan mulai dikenal bentuk lambangnya. Hal ini harus dilakukan oleh guru secara bertahap sesuai dengan laju dan kecepatan kemampuan anak yang secara individual berbeda-beda. Sebagai contoh : ketika seorang guru menjelaskan konsep angka 1 dengan menggunakan benda (satu pensil), maka anak-anak dapat menyebut benda lain yang memiliki konsep yang sama, sekaligus mengenal bentuk lambang bilangan dari angka yang satu.
3. Penguasaan lambang
Penguasaan lambang merupakan visualisasi dari berbagai konsep, misalnya: lambang 7 untuk menggambarkan konsep bilangan, merah untuk melambangkan konsep warna, besar untuk melambangkan konsep ruang, dan persegi empat untuk menggambarkan konsep bentuk.
4. Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak
Bermain merupakan bagian hidup yang terpenting dalam kehidupan seorang anak. Kesenangan dan kecintaan anak dalam bermain ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang konkrit sehingga daya cipta, imajinasi, dan kreativitas anak dapat berkembang. Bermain adalah cara yang paling efektif untuk mematangkan perkembangan anak pada usia prasekolah (pre-operational thingking).
Kemampuan anak untuk berpikir tentang objek, benda, atau kejadian mulai berkembang. Anak mulai mengenal simbol (kata-kata, angka, gerak tubuh, atau gambar) untuk mewakili benda-benda yang ada di lingkungannya. Karena cara berpikir anak masih tergantung pada objek konkrit serta tergantung pada rentang waktu kekinian dan tempat dimana ia berada, mereka belum dapat berpikir secara abstrak sehingga memerlukan simbol yang konkrit saat guru menanam suatu konsep kepada mereka.
Menurut Vigostsky dalam Megawangi (2004), bermain dan aktivitas yang bersifat konkrit dapat memberikan momentum alami bagi anak untuk belajar sesuatu yang sesuai dengan tahap perkembangan umurnya (age-apropiate) dan kebutuhan spesifik anak (individual needs).
Piaget (1896-1980) terkenal dengan teorinya tentang bagaimana seorang anak belajar melalui tindakan yang dilakukan. Menurutnya Piaget, pemahaman anak dibangun (contructed) melalui tindakan (action) sehingga teori ini sering disebut juga dengan teori Constructivism, dimana seorang anak dapat memahami suatu konsep melalui pengalaman konkritnya (Megawangi, 2004).

B. Metode Permainan Berhitung
Pelaksanaan permainan berhitung adalah kemampuan yang diharapkan dalam permainan berhitung di TK dapat dilaksanakan melalui penguasaan konsep, transisi, dan lambang yang terdapat dalam semua jalur matematika, klasifikasi bilangan, ukuran, geometri estimasi, dan statistika. Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematika sebagai kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.
Terdapat 2 metode permainan berhitung yang akan diteliti, antara lain:
1. Bermain bilangan
Dalam bermain bilangan, anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan, transisi, dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang sehingga akhirnya dapat mencocokannya sesuai dengan lambang bilangannya.
2. Bermain ukuran
Dalam bermain ukuran, anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standar yang bersifat informal atau alamiah, seperti: panjang, besar, tinggi dan isi, melalui alat ukur alamiah, seperti: jengkal, jari, langkah, tali, tongkat, lidi, dan lain-lain.

C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Osborn (1981), perkembangan intelektual pada anak berkembang sangat pesat pada kurun waktu usia nol sampai dengan prasekolah (4-6 tahun). Oleh sebab itu, usia prasekolah seringkali disebut sebagai masa peka belajar. Pernyataan ini didukung oleh Benyamin S. Bloom yang menyatakan bahwa 50 % dari potensi intelektual anak sudah terbentuk di usia 4 tahun, kemudian dapat mencapai sekitar 80 % pada usia 8 tahun (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Salah satu aspek pengembangan kemampuan dasar kognitif serta kompetensi dasar anak prasekolah di TK bertujuan agar anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari’, dan memahami ukuran. Berdasarkan hal tersebut, indikator keberhasilan pun dapat telihat pada kemampuan anak ketika mengukur panjang dengan langkah kaki, jengkal tangan, lidi, ranting, penggaris, atau meteran; membedakan berat benda dengan timbangan (buatan atau alami); mengisi suatu wadah dengan air, pasir, biji-bijian, atau beras, kemudian menyebutkan volume wadah tersebut. Dalam menguasai bilangan dan ukuran tertentu, anak lebih cenderung menggunakan hafalan daripada memahami konsep dasar suatu bilangan sehingga pemahaman mereka terbatas pada hafalan dalam mengingat proses pemecahan masalah yang dihadapinya.

D. Hipotesis Tindakan

Upaya peningkatan kemampuan anak didik tidak terlepas dari kinerja guru sebagai tenaga pendidik. Sehubungan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), guru mempunyai kebebasan dalam memilih metode yang akan diterapkan. Karena anak usia TK sangat peka terhadap ransangan yang diterima dari lingkungan, rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalur apabila mendapat stimulasi/motivasi yang sesuai dengan perkembangannya. Kegiatan berhitung yang diberikan melalui berbagai macam alat permainan mengukur akan menjadi lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak sehingga anak akan lebih berhasil apabila apa yang ia pelajari sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kemampuannya.
Salah satu metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif, dimana pembelajaran ini menggunakan kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang saling mendukung dan bekerja sama dalam mengatasi masalah belajar. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah demontrasi dan pemberian tugas. Dengan metode ini, anak dapat mengembangkan imajinasi melalui pemamfaatan bahan alam dan wadah dalam kelompoknya masing-masing demi tercapai tujuan dari penelitian ini.














BAB III
METODE PENELITIAN

A. SETTING PENELITIAN

1. Waktu Dan Tempat

Waktu Penelitian dilaksanakan semester ke-2, tema Pekerjaan dan tema air, udara, dan api dilaksanakan tanggal 22 Febr 2010 sampai dengan 27 Maret 2010. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penanaman konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan model explicit instruction dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam melatih membilang bagi anak didik.
Tempat Penelitian dilaksanakan pada TK.Negeri 2 Kota Banda Aceh yang terletak di Komplek Perumahan Cinta Kasih Desa Panterik Kecamatan Lueng Bata. Penulis melaksanakan penelitian di kelompok B-2 tahun 2010.

2. Populasi Dan Sampel

Populasi penelitian adalah anak didik TK.Negeri 2 kelompok B-2 yang bejumlah 12 orang, anak laki-laki 6 orang, anak perempuan 6 orang. Sampel data sebagai subyek Penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menanamkan konsep bilangan melalui permainan pengukuran kepada anak dengan model explicit instruction
B.Persiapan Penelitian
Adapun persiapan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi ;
1. Guru membuat perangkat pembelajaran/RPP dari kurikilum 2004 meliputi : Kompetensi dasar yang diharapkan pada kemampuan kognitif, dan hasil belajar serta indikator.
Kompetesi Dasar Hasil Belajar Indikator
Anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalahsederhana dalam kehidupan sehari-hari Anak dapat memahami bilangan • Membilang/menyebut urutan bilangan dan 1 sampai 10.
• Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 10).
• Membuat urutan bilangan 1-10 dengan benda-benda.
Anak dapat memahami ukuran • Mengukur panjang, dengan langkah, jengkal, lidi, ranting, penggaris meterĂ¡n.dll
• Mengisi dan menyebutkan isi wadah (gelas, botol, dll) dengan air, pasir, biji-bijian, beras, dll

2. Guru menyusun program pembelajaran/RPP yaitu program Semester, Satuan Kegiatan Mingguan dan Satuan Kegiatan Harian.terlampir.
3. Guru mempersiapkan alat bantu pembalajaran yaitu kartu angka 1-10, dan botol aqua gelas bekas 12 buah, sendok, Penggaris kayu 1 m/ rol kayu, Dadu 1 Buah, daun kering, dan pasir.
4. Guru Mempersiapkan lembaran instrumen untuk mencatat pelaksanaan penelitian.


C. Siklus penelitian

Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus akan dilaksanakan tiga kali pertemuan.
D. Instrumen

 Lembaran observasi untuk mencatat hasil yang telah dilaksanakan oleh anak untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran.
 Lembaran observasi untuk mengetahui keaktifan anak dalam proses belajar mengajar.

Selasa, 12 April 2011

Allah Maha Memberi

Allah Maha Memberi

Andaikan kita menyadarinya betapa besar kasih sayang Ilahi Rabbi
Yang tidak pernah membedakan apakah statusnya
Yang tak pernah memilih kasih antara satu dengan yang lainnya
Yang tak pernah luput dari segala ampunanan-NYA

Allah maha penyayang untuk semua makhluk
Allah selalu melimahkan Rahmat kepada siapa saja
Apakah dia seorang hambanya yang muslim
Apakah dia seorang hambanya yang kafir

Apaka ia adalah binatang atau hewan
Dia tumbuh-tumbuhan, seluruh jagad raya
Semua kebagian nikmat Allah
Allah memberikan nikmat duniawi kepada semua makhluk-NYA

Akan tetapi bagaimana dengan nikmat ukhrawi
Nah …disini kita harus mempunyai bekal
untuk mendapatkan nikmat itu

Manusia yang diangkat harkat dan martabatnya oleh Allah
Dari makhluk Allah yang lainnya karena dia mempunyai “akal”
Allah memberi kelebihan kepada manusia ……….
Apakah manusia ada berpikir..?

Coba manusia merasakan nikmat yang diberikan Allah kepadanya
Perhitungkan satu persatu, mulai nikmat “mata”
bagaimana besarnya nikmat mata bagi manusia
dan manusia tidak pernah merasakan nikmat matanya
apabila dia belum pernah merasakan kehilangan fungsi dari mata

begitu juga dengan anggota tubuh lainnya
berapa banyak manusia menghabiskan oksigen dalam satu hari
dan berapa tahunkah dia diberi kesempatan oleh Allah
untuk hidup dan memamfaatkannya
adakah manusia mau berfikir?

Dan sebagai ucapan terima kasih manusia kepada Allah
Berapa kali dalam sehari mengucapkan rasa syukur nya
Adakah manusia menyadari dan selalu mengingat-NYA
Adakah manusia tidak berpaling dari-NYA
Apakah manusia tidak memutarbalikan akidah selain dari perintah-NYA
Melakukan sesuatu yang diizinkan oleh-Nya
Dan meninggalkan semua yang dilarang oleh-NYa
Dan berpikirlah wahai hamba Allah!!!

Sabtu, 09 April 2011

PTK"PENGARUH MUSIK TERHADAP KONSENTRASI ANAK PADA PERMAINAN LOTTO

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orang tua murid menuntut agar putra-putrinya dapat membaca setelah
menyelesaikan pendidikannya di Taman Kanak-kanak (TK), namun tuntutan
orang tua tidak dapat dilaksanakan oleh para guru TK melalui Proses Belajar
Mengajar secara formal seperti yang dilaksanakan di Sekolah Dasar sebab
pelaksanaan pembelajaran di TK harus dilakukan melalui kegiatan bermain.
Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain merupakan prinsip
pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak,
kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat
mengekspresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang
berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas
sehingga akan merangsang pula perkembangan kreativitas alaminya.
Melalui kegiatan bermain, anak bisa mencapai perkembangan fisik,
intelektual, emosi dan sosial. Perkembangan secara fisik dapat dilihat melalui
kegiatan bermain, sedangkan perkembangan intelektual dapat dilihat melalui
kemampuan menggunakan dan memanfaatkan lingkungannya. Perkembangan
anak dapat dilihat ketika anak sedang merasa senang, tidak senang, sedih, marah,
kalah atau menang. Perkembangan sosial dapat juga dilihat dari hubungannya
dengan teman sebayanya, dalam bentuk menolong, memperhatikan serta
membantu kepentingan orang lain (Prasetyono, 2007).
2
Salah satu bentuk permainan yang dapat merangsang daya ingat dan
imajinasi anak adalah Permainan Lotto. Ada bermacam-macam jenis lotto, antara
lain: lotto berpasangan, lotto sejenis, dan sebagainya. Alat permainan ini dapat
membantu guru dalam melatih daya ingat anak untuk mengingat huruf.
Akibat adanya kecenderungan anak untuk mengenal huruf dan kata hanya
dengan cara menghafal serta akibat kurangnya minat anak untuk mengenal huruf
dan kata sehingga membuat anak menjadi bosan untuk belajar mengenal serta
meniru huruf dan kata, penulis pun akhirnya mencoba menggunakan suatu alat
peraga yang dianggap dapat meningkatkan daya ingat dan motorik halus anak.
Penulis mencoba melakukan permainan dengan menggunakan alat peraga lotto
yakni lotto huruf (lotto sejenis), dimana permainan ini sangat digemari oleh anak.
Melalui permainan ini penulis mencoba memperkenalkan huruf abjad sebab
mengenal huruf adalah awal dari mengenal kata dan kalimat.
Prasetyono (2007) kembali menambahkan bahwa mempelajari huruf
abjad bagi anak kecil jauh lebih sulit dibandingkan belajar menghitung. Hal ini
dikarenakan masih sulit membayangkan bentuk-bentuk huruf yang banyak itu.
Anak sering membuat kesalahan dalam mengingat dan menyebutkan salah satu
bentuk huruf. Oleh karena itu, anak memerlukan bimbingan dan membutuhkan
banyak latihan dari berbagai pihak, terutama dari guru TK dan orang tuanya.
Supaya tercapai hasil seoptimal mungkin, guru harus memiliki strategi
yang paling tepat dalam proses belajar-mengajar. Berbagai metode mengajar
yang sudah banyak dikenal antara lain: metode pemberian tugas, demontrasi,
bercerita, tanya jawab, bercakap-cakap, eksprimen dan karya wisata. Selain
3
ditentukan oleh alat peraga dan metode yang digunakan dalam mengajar,
keberhasilan proses belajar mengajar juga dipengaruhi oleh tehnik penyajian
sebab tanpa adanya tehnik penyajian yang menarik, peserta didik akan merasa
bosan serta tidak menaruh perhatian penuh terhadap apa-apa yang disajikan oleh
para guru sehingga tujuan dari pembelajaran tidak tercapai secara maksimal.
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi pada
kebutuhannya. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upayaupaya
pendidikan untuk mencapai optimalisasai semua aspek perkembangan,
baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik dan sosioemosional).
Dengan demikian, berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya
dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek
perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak (Depdiknas, 2006b).
Akibat terdapatnya kekurangan pada kemampuan anak yang tidak mudah
untuk diajak berkonsentrasi lebih dari beberapa menit sehingga musik
diperkenalkan ke dalam aktivitas anak untuk melatih konsentrasi mereka
(Prasetyono, 2007). Alfa Handayani S.Psi., seorang psikolog, mengatakan bahwa
musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik dapat
merangsang pertumbuhan sel otak1 sehingga meningkatkan konsentrasi mereka.
1