Sabtu, 21 Juli 2018
Senin, 17 September 2012
Puisiku: Pengorbanan sia-sia
30 tahun telah ku tempuh perjalanan itu
Banyak yang ku temui disana
Ada jurang, terjal, dan liku-liku
Hari-hari kulalui bersama mereka
Banyak pengalaman manis dan pahit
Lebar, luas dan terjepit
Suka, duka dan prestasi
Menemani dan mengukir hari-hari
Perjalanan tertatih meniti karir
Dengan hati ikhlas tuntunan hati
Penuh bakti berdedikasi
Tanpa pamrih dengan bimbingan ilahi Rabbi
Saat manakala kurasa sampai pada masa
Serta merta mereka menaburi prahara
Luka ternganga disana membahana
Tanpa ada rasa dan cinta yang tersisa
Mereka mengubur semua
Bagaikan tak pernah ada
Mereka tak pernah merasa
Apa yang telah tercipta
Mereka mendustainya, dan tak pernah menatap
Semua telah ku capai dengan segala kepayahan
Dengan segala kemampuan berkarya
Mungkin penyakit telah menggrogotinya
Dalam daging, tulang, dan hatinya
Jangan biarkan perjalanan bagaikan sia-sia
Engkau akan memiliki semua
Motivasi jiwa dengan bimbingan doa
Poleskan hati dengan kesabaran
Akan tercipta satu kesuksesan yang membanggakan
Nantinya...
Banyak yang ku temui disana
Ada jurang, terjal, dan liku-liku
Hari-hari kulalui bersama mereka
Banyak pengalaman manis dan pahit
Lebar, luas dan terjepit
Suka, duka dan prestasi
Menemani dan mengukir hari-hari
Perjalanan tertatih meniti karir
Dengan hati ikhlas tuntunan hati
Penuh bakti berdedikasi
Tanpa pamrih dengan bimbingan ilahi Rabbi
Saat manakala kurasa sampai pada masa
Serta merta mereka menaburi prahara
Luka ternganga disana membahana
Tanpa ada rasa dan cinta yang tersisa
Mereka mengubur semua
Bagaikan tak pernah ada
Mereka tak pernah merasa
Apa yang telah tercipta
Mereka mendustainya, dan tak pernah menatap
Semua telah ku capai dengan segala kepayahan
Dengan segala kemampuan berkarya
Mungkin penyakit telah menggrogotinya
Dalam daging, tulang, dan hatinya
Jangan biarkan perjalanan bagaikan sia-sia
Engkau akan memiliki semua
Motivasi jiwa dengan bimbingan doa
Poleskan hati dengan kesabaran
Akan tercipta satu kesuksesan yang membanggakan
Nantinya...
mohon kesehatan, keimanan & kecukupan
Sahabatku, doa ini mohon kesehatan, keimanan & kecukupan.
"Allahumma ‘afini fi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a’udzubika minal-kufri wal-faqri, allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil-qabri, la ilaha illa anta.
“Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau.” (H.R. Abu Dawud dan Al-Hakim)
Rabu, 26 Oktober 2011
Ilusi
Ketika malam mendekap sunyi
Dimana ia hadir lagi
Tanpa menyapa…………
Mengusik semua angan
Menemani penuh rasa
Bayanganmu jua memeluk sukma
Menghantarkan keperaduan senja
Mengikat sejuta keindahan
Menyibak angan menelusuri malam
Ketika malam mendekap sunyi
Dimana ia hadir lagi
Tanpa menyapa…………
Mengusik semua angan
Menemani penuh rasa
Bayanganmu jua memeluk sukma
Menghantarkan keperaduan senja
Mengikat sejuta keindahan
Menyibak angan menelusuri malam
Detak jam dinding menyapu sepi
Menghangat hati membakar rasa
Kala jiwaku kau tawan
Kelam tetap membisu….
Ku berharap
Kau mendekat
Mendekap erat
Tapi Seketika ku terhentak
Semua hanya ilusi
Aku masih menanti
Walaupun malam menemani
Tak dapat menghalau sepi
Di dada terngores luka
Membelah sukma
serta merta terasa Hampa
Menanti dan menanti……
Kapankah engkau hadir lagi
Ku menanti sampai sang fajar tiba
Menghangat hati membakar rasa
Kala jiwaku kau tawan
Kelam tetap membisu….
Ku berharap
Kau mendekat
Mendekap erat
Tapi Seketika ku terhentak
Semua hanya ilusi
Aku masih menanti
Walaupun malam menemani
Tak dapat menghalau sepi
Di dada terngores luka
Membelah sukma
serta merta terasa Hampa
Menanti dan menanti……
Kapankah engkau hadir lagi
Ku menanti sampai sang fajar tiba
Jumat, 14 Oktober 2011
Catatan Anekdot
Anak didik TK
Kelompok : B
Semester : 1
Tahun Pelajaran : 2011-2012
Banda Aceh, 14 Oktober 2011
Guru TK harapan Ibu
(Nama Guru Kelas)
Anak didik TK
Kelompok : B
Semester : 1
Tahun Pelajaran : 2011-2012
Didik | ||||
Banda Aceh, 14 Oktober 2011
Guru TK harapan Ibu
(Nama Guru Kelas)
Kamis, 14 Juli 2011
PENDAFTARAN KTI ONLINE TAHUN 2011
Program Bimbingan Karya Tulis Ilmiah bagi guru secara online (KTI Online), adalah program untuk memberikan bantuan kepada guru dalam melaksanakan Kegiatan Pengembangan Profesi Guru, khususnya dalam menulis laporan kegiatan pengembangan profesi dan umumnya dalam melaksanakan penelitian sesuai dengan tata cara penulisan karya tulis ilmiah.Sebagaimana diketahui tujuan Kegiatan Pengembangan Profesi Guru adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolahnya. Dengan demikian penulisan karya tulis ilmiah sendiri bukanlah sebagai sasaran tetapi sebenarnya merupakan wahana untuk melaporkan kegiatan yang telah dilakukan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pembelajaran di sekolah.
Tahun 2011 ini PPPPTK TK dan PLB BANDUNG merekrut 500 guru yang mendapat pembimbingan dengan melibatkan LPTK, PPPPTK dan LPMP . Mudah-mudahan proses pembimbingan berjalan sesuai dengan schedule yang telah di rencanakan.
Pendaftaran online KTI Online tahun 2011 saat ini telah dibuka. Untuk tahun 2011 ini akan diprioritaskan peserta dari TK, SLB, dan sekolah inklusi. Klik link pendaftaran KTI Online 2011 untuk mendaftar. Isi biodata dan kelengkapan lainnya.
PERPANJANGAN WAKTU LAPORAN PENELITIAN 2010
dari Rudy Budiman - Senin, 10 Januari 2011, 11:40
Berdasarkan pertimbangan bahwa masih terdapat penelitian yang masih dalam tahap laporan akhir serta potensi proposal yang masih tahap penelitian, maka berdasarkan keputusan Progress Report Batam 2010 diberikan kesempatan untuk perpanjangan penyusunan laporan akhir penulisan karya tulis ilmiah 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Dengan demikian, dihimbau kepada seluruh peserta KTI Online untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dan kepada seluruh pengampu untuk tetap dapat memberikan semangat, motivasi dan pembimbingan kepada setiap peserta dalam grup pembimbingan masing-masing.
Informasi dari: KTI ONLINE
Alamat:
Jl. Dr. Cipto No. 9 Bandung
Kode Pos : 40171
Telp./Fax : 022 423-0068
website : www.tkplb.org
email : tkplb@tkplb.org
admin@tkplb.org
Tahun 2011 ini PPPPTK TK dan PLB BANDUNG merekrut 500 guru yang mendapat pembimbingan dengan melibatkan LPTK, PPPPTK dan LPMP . Mudah-mudahan proses pembimbingan berjalan sesuai dengan schedule yang telah di rencanakan.
Pendaftaran online KTI Online tahun 2011 saat ini telah dibuka. Untuk tahun 2011 ini akan diprioritaskan peserta dari TK, SLB, dan sekolah inklusi. Klik link pendaftaran KTI Online 2011 untuk mendaftar. Isi biodata dan kelengkapan lainnya.
PERPANJANGAN WAKTU LAPORAN PENELITIAN 2010
dari Rudy Budiman - Senin, 10 Januari 2011, 11:40
Berdasarkan pertimbangan bahwa masih terdapat penelitian yang masih dalam tahap laporan akhir serta potensi proposal yang masih tahap penelitian, maka berdasarkan keputusan Progress Report Batam 2010 diberikan kesempatan untuk perpanjangan penyusunan laporan akhir penulisan karya tulis ilmiah 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Dengan demikian, dihimbau kepada seluruh peserta KTI Online untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dan kepada seluruh pengampu untuk tetap dapat memberikan semangat, motivasi dan pembimbingan kepada setiap peserta dalam grup pembimbingan masing-masing.
Informasi dari: KTI ONLINE
Alamat:
Jl. Dr. Cipto No. 9 Bandung
Kode Pos : 40171
Telp./Fax : 022 423-0068
website : www.tkplb.org
email : tkplb@tkplb.org
admin@tkplb.org
Minggu, 05 Juni 2011
Nurlaila.S.Pd: ITUKAH.....
Nurlaila.S.Pd: ITUKAH.....: "ITUKAH …………… Ketika malam menemaniku Aku terusik dengan berbagai beban Bagaikan menghimpit seluruh jasadku Sampai terasa membakar jiwa ..."
ITUKAH.....
ITUKAH ……………
Ketika malam menemaniku
Aku terusik dengan berbagai beban
Bagaikan menghimpit seluruh jasadku
Sampai terasa membakar jiwa
Lorong-lorong malam telah mengotori jiwa
Melewati jalan penuh liku
Ku coba telusuri satu persatu
Apakah yang menghantuiku
Ranting-ranting yang bergoyang
Dilembah nestapa penuh duka
Kadang aku berfikir
mengapa dia harus ada
Nyanyian sukma terus mengalir
Mengiringi gerak jantungku
dengkuran-dengkuran itu
Membatasi hayalanku
Menanti sang fajar tiba
Masih ditemani sang problema
Masih menanti dan menanti
Tanpa batas, itukah…………..
Sampai kapan, mungkin ketika
Sang penguasa menjemput
sabtu malam, 4 juni 2011
Ketika malam menemaniku
Aku terusik dengan berbagai beban
Bagaikan menghimpit seluruh jasadku
Sampai terasa membakar jiwa
Lorong-lorong malam telah mengotori jiwa
Melewati jalan penuh liku
Ku coba telusuri satu persatu
Apakah yang menghantuiku
Ranting-ranting yang bergoyang
Dilembah nestapa penuh duka
Kadang aku berfikir
mengapa dia harus ada
Nyanyian sukma terus mengalir
Mengiringi gerak jantungku
dengkuran-dengkuran itu
Membatasi hayalanku
Menanti sang fajar tiba
Masih ditemani sang problema
Masih menanti dan menanti
Tanpa batas, itukah…………..
Sampai kapan, mungkin ketika
Sang penguasa menjemput
sabtu malam, 4 juni 2011
Sabtu, 04 Juni 2011
Upaya Penanaman konsep Bilangan melalui permainan mengukur menggunakan model explicit instruction pada TK Negeri 2 Kota Banda Aceh
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka menghadapi era globalisasi, program pendidikan harus mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi dan tangguh sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, terutama dalam penguasaaan terhadap berbagai keterampilan demi mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pasal 28 ayat 3, yang menyatakan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan taman pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, yang bertujuan untuk membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi, baik psikis maupun fisik, yang meliputi: moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik, serta seni untuk mempersiapkan anak didik dalam memasuki Sekolah Dasar (SD).
Salah satu bidang pengembangan yang diajarkan di TK adalah bidang pengembangan kognitif, yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Usia Prasekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak. Upaya Pengembangan berbagai potensi dapat dilakukan melalui permainan berhitung. Permainan berhitung di TK diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, melainkan juga dengan kesiapan mental, sosial, serta emosional.
Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung anak yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematisnya. Dengan kata lain, permainan berhitung di TK diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan dasar matematika, sehingga anak secara mental siap mengikuti pembelajaran matematika lebih lanjut di SD, seperti pengenalan konsep bilangan, lambang bilangan, warna, bentuk, ukuran, ruang, serta posisi melalui berbagai bentuk alat dan kegiatan bermain yang menyenangkan. Selain itu, permainan berhitung juga diperlukan untuk membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif, dan disiplin pada diri anak (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Berdasarkan pertimbangan inilah banyak orang tua menghendaki agar anak-anak mereka segera memiliki kemampuan berhitung, disamping membaca dan menulis, namun sering kali keinginan orang tua tersebut kurang sesuai dengan tahap perkembangan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan metode dan teknik-teknik keterampilan untuk pengenalan konsep-konsep bilangan atau membilang dengan memadukan bahan yang berasal dari alam yang dapat membantu guru dan anak didik dalam proses belajar-mengajar.
Pada dasarnya, pembelajaran persiapan berhitung di TK dilaksanakan dalam batas-batas dan aturan pengembangan pra-skolastik atau pra-akademik. Persiapan berhitung di TK dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Hal ini merupakan prinsip pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak, kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat mengekpresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas sehingga akan merangsang pola perkembangan kreativitas alami.
Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan supervisi kelas kepada guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk kompetensi dasar tersebut masih bersifat konvensional. Anak didik melakukan pengukuran dengan menggunakan satu alat tertentu saja sehingga hasil pembelajaran tersebut belum mencapai hasil yang maksimal. Penulis pun menyadari bahwa melalui permainan pengukuran, anak-anak dilatih untuk mengenal, membilang, dan memahami ukuran yang dapat membantu mereka dalam melatih imajinasi dan pengembangan kognitifnya.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2006), pengembangan kognitif ini bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya, menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, mengembangkan kemampuan logika matematika, pengetahuan dan waktu, mengembangkan kemampuan memilah dan mengelompokkan, serta memiliki persiapan pengembangan kemampuan berpikir secara teliti.
Dalam melatih anak didik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri, penulis menggunakan model pembelajaran Explicit Intruction, dimana merupakan metode dengan melibatkan anak didik secara aktif mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir dalam proses pembelajaran, yang kelak diharapkan akan dapat memberikan peluang untuk mempertajam gagasan dan berkreasi sesuai dengan kemampuannya. Dengan menggunakan metode ini, penulis dapat penelitian pembelajaran dengan memadukan konsep pembelajaran kooperatif.
B. Rumusan Masalah
Dalam pembelajaran membilang pada anak didik masih terdapat kelemahan-kelemahan, yang berkaitan dengan keefektifan pembelajaran. Solusi untuk mengatasinya antara lain melalui penerapan model Explicit Intruction. Dengan demikian, masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kurangnya kemampuan dasar dalam aspek Penanaman konsep bilangan melalui beberapa kegiatan permainan dan pembelajaran pengukuran diterapkan pada TK. Negeri 2 Kota Banda Aceh, Kelompok B3.
2. Metode dan teknik Pelaksanaan Proses Pembelajaran Penanaman Konsep bilangan pada anak didik belum tepat sasaran yang digunakan guru pada TK Negeri 2 Banda Aceh.
C. Pemecahan Masalah
Masalah peningkatan kemampuan anak didik pada TK .Negeri 2 Kota Banda Aceh dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit Intruction.
Adapun langkah yang akan ditempuh dalam menanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit intruktion, antara lain:
1. Guru menyampaikan tujuan dan mengelompokkan anak didik menjadi 2 kelompok, dimana tiap kelompok beranggotakan 6 orang. Komposisi kelompok adalah hetorogen, baik jenis kelamin, etnik, maupun kemampuan akademik.
2. Guru mendemontrasikan pengetahuan dan langkah pelaksanan yang akan dilakukan oleh anak didik.
3. Guru melakukan bimbingan pelatihan terhadap anak didik.
4. Guru menguji pemahaman anak didik dengan memberikan umpan balik (feedback) sesuai dengan kebutuhannya.
5. Guru memberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan latihan lanjutan sampai anak benar-benar menguasai konsep bilangan.
6. Guru melakukan evaluasi akhir dan mencatat hasil pengamatan.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Melatih anak dapat mengenal konsep bilangan dengan beberapa permaianan dan pembelajaran pengukuran oleh guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
2. Menerapkan Model Explicit Intruction dalam pembelajaran membilang dengan Pengukuran sebagai alternatif dalam menanamkan konsep bilangan pada anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
3. Mendeskripsikan kemampuan anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2 dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran .
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk menguji konsistensi temuan empiris yang telah dipublikasikan oleh para ilmuwan terdahulu tentang model explicit intruction.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
a. Manfaat untuk anak didik
Pada penerapan Penanaman Konsep Bilangan dengan model pembelajaran explicit intruction, anak dapat menerima pengalaman belajar yang lebih bervariasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada kemampuan dasar kognitifnya, di antaranya: melatih anak didik supaya mampu membilang sesuai dengan urutan bilangan secara teratur serta mengenal ukuran jumlah suatu benda yang ada di sekitarnya; melatih anak didik untuk mengenal ukuran isi wadah sesuai dengan tahapan berpikir anak; dan yang juga tak kalah pentingnya adalah melatih koordinasi mata, tangan, dan emosi anak didik serta melatih daya ingat mereka untuk mengenal konsep bilangan.
b. Manfaat untuk guru
Memberi masukan tentang alternatif pembelajaran sehingga dapat memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan profesionalisme guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
c. Manfaat untuk sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran di waktu yang akan datang pada TK Negeri 2 Kota Banda Aceh.
F. Pengumpulan Data
Sumber data berasal dari pengamatan pada penelitian terhadap anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar dan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran.
Adapun cara pengambilan data adalah sebagai berikut:
1. Data tentang perencanaan pembelajaran yang diprogramkan sebelum pelaksanaan penelitian diambil dari literatur ilmiah.
2. Data hasil belajar diambil setelah anak didik melakukan kegiatan pembelajar yang ditentukan dalam penelitian ini.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Karakteristik Perkembangan Kognitif
Kemampuan kognitif merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Contoh dimensi karakteristik perkembangan kognitif antara lain : memahami konsep makna, dapat mengelompokkan benda berdasarkan persamaan ukuran, warna, dan bentuk, serta mengenali dan menyebut angka (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
Hurlock (1993) dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletakan dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Anak yang mengalami masa bahagia, dengan kata lain terpenuhi segala kebutuhannya, baik fisik maupun psikis di awal perkembangnya, diramalkan akan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya.
Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak, terutama pengalaman konkrit karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman aktif dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Pendidikan TK sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya.
Bloom dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. Hal ini bukan hanya sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga merupakan cara belajar yang mendasar, yang meliputi kegiatan memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar, mengembangkan konsep diri, melatih kedisiplinan, keberminatan, spontanitas, inisiatif, dan apresiasif. Raymond Wlodkowski dalam Megawangi (2004) menambahkan, anak yang mempunyai motivasi kuat untuk belajar mempunyai masa depan yang cerah yang diwarnai oleh penemuan, kesempatan, dan kontribusi. Mereka mempunyai kecenderungan alami untuk menguasai hal-hal tersebut yang akan membuatnya sukses sesuai dengan tahapan perkembangan kognitisnya.
Menurut Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2007), tahapan perkembangan kognitif anak ada 3 tahapan dalam proses membangun pengetahuannya, antara lain:
1. Asimilasi
Asimilasi merupakan proses penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang ada dalam benak anak.
2. Akomodasi
Akomodasi merupakan penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru pada diri seorang anak.
3. Equilibrium
Equilibrium merupakan keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspon sebagai hasil ketepatan akomodasi atau penyesuaian antara asimiliasi dan akomodasi.
2. Pengembangan Sains Permulaan
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2007), kemampuan sains permulaan berhubungan dengan berbagai percobaan atau demontrasi sebagai suatu pendekatan secara ilmiah atau logis dengan tetap mempertimbangkan tahapan berpikir anak. Fitjrof Capra dalam Megawangi (2004) mengatakan bahwa pengetahuan manusia tentang sains, masyarakat, dan kebudayaan telah begitu terkotak-kotak sehingga manusia tidak mampu melihat segala sesuatu secara keseluruhan (wholeness) dari setiap fenomena.
Meskipun secara teoritis terdapat keterbatasan dalam menilai setiap fenomena yang terjadi di sekitarnya, kemampuan yang akan dikembangkan pada anak didik TK akan dapat membuatnya melihat segala sesuatu secara menyeluruh, seperti: mengeksplorasi berbagai benda yang ada di sekitarnya, mengadakan berbagai percobaan sederhana, serta mengkomunikasikan apa yang telah diamati dan diteliti (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
3. Tahapan Penguasaan Berhitung
1. Penguasaan konkrit
Penguasaan konkrit yaitu pemahaman atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda dan peristiwa konkrit, seperti pengenalan warna, bentuk, dan menghitung.
2. Penguasaan masa transisi
Penguasaan masa transisi adalah proses berpikir yang merupakan masa peralihan dari penguasaan konkrit menuju penguasaan lambang yang abstrak, dimana benda konkrit itu masih ada dan mulai dikenal bentuk lambangnya. Hal ini harus dilakukan oleh guru secara bertahap sesuai dengan laju dan kecepatan kemampuan anak yang secara individual berbeda-beda. Sebagai contoh : ketika seorang guru menjelaskan konsep angka 1 dengan menggunakan benda (satu pensil), maka anak-anak dapat menyebut benda lain yang memiliki konsep yang sama, sekaligus mengenal bentuk lambang bilangan dari angka yang satu.
3. Penguasaan lambang
Penguasaan lambang merupakan visualisasi dari berbagai konsep, misalnya: lambang 7 untuk menggambarkan konsep bilangan, merah untuk melambangkan konsep warna, besar untuk melambangkan konsep ruang, dan persegi empat untuk menggambarkan konsep bentuk.
4. Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak
Bermain merupakan bagian hidup yang terpenting dalam kehidupan seorang anak. Kesenangan dan kecintaan anak dalam bermain ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang konkrit sehingga daya cipta, imajinasi, dan kreativitas anak dapat berkembang. Bermain adalah cara yang paling efektif untuk mematangkan perkembangan anak pada usia prasekolah (pre-operational thingking).
Kemampuan anak untuk berpikir tentang objek, benda, atau kejadian mulai berkembang. Anak mulai mengenal simbol (kata-kata, angka, gerak tubuh, atau gambar) untuk mewakili benda-benda yang ada di lingkungannya. Karena cara berpikir anak masih tergantung pada objek konkrit serta tergantung pada rentang waktu kekinian dan tempat dimana ia berada, mereka belum dapat berpikir secara abstrak sehingga memerlukan simbol yang konkrit saat guru menanam suatu konsep kepada mereka.
Menurut Vigostsky dalam Megawangi (2004), bermain dan aktivitas yang bersifat konkrit dapat memberikan momentum alami bagi anak untuk belajar sesuatu yang sesuai dengan tahap perkembangan umurnya (age-apropiate) dan kebutuhan spesifik anak (individual needs).
Piaget (1896-1980) terkenal dengan teorinya tentang bagaimana seorang anak belajar melalui tindakan yang dilakukan. Menurutnya Piaget, pemahaman anak dibangun (contructed) melalui tindakan (action) sehingga teori ini sering disebut juga dengan teori Constructivism, dimana seorang anak dapat memahami suatu konsep melalui pengalaman konkritnya (Megawangi, 2004).
B. Metode Permainan Berhitung
Pelaksanaan permainan berhitung adalah kemampuan yang diharapkan dalam permainan berhitung di TK dapat dilaksanakan melalui penguasaan konsep, transisi, dan lambang yang terdapat dalam semua jalur matematika, klasifikasi bilangan, ukuran, geometri estimasi, dan statistika. Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematika sebagai kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.
Terdapat 2 metode permainan berhitung yang akan diteliti, antara lain:
1. Bermain bilangan
Dalam bermain bilangan, anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan, transisi, dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang sehingga akhirnya dapat mencocokannya sesuai dengan lambang bilangannya.
2. Bermain ukuran
Dalam bermain ukuran, anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standar yang bersifat informal atau alamiah, seperti: panjang, besar, tinggi dan isi, melalui alat ukur alamiah, seperti: jengkal, jari, langkah, tali, tongkat, lidi, dan lain-lain.
C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Osborn (1981), perkembangan intelektual pada anak berkembang sangat pesat pada kurun waktu usia nol sampai dengan prasekolah (4-6 tahun). Oleh sebab itu, usia prasekolah seringkali disebut sebagai masa peka belajar. Pernyataan ini didukung oleh Benyamin S. Bloom yang menyatakan bahwa 50 % dari potensi intelektual anak sudah terbentuk di usia 4 tahun, kemudian dapat mencapai sekitar 80 % pada usia 8 tahun (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Salah satu aspek pengembangan kemampuan dasar kognitif serta kompetensi dasar anak prasekolah di TK bertujuan agar anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari’, dan memahami ukuran. Berdasarkan hal tersebut, indikator keberhasilan pun dapat telihat pada kemampuan anak ketika mengukur panjang dengan langkah kaki, jengkal tangan, lidi, ranting, penggaris, atau meteran; membedakan berat benda dengan timbangan (buatan atau alami); mengisi suatu wadah dengan air, pasir, biji-bijian, atau beras, kemudian menyebutkan volume wadah tersebut. Dalam menguasai bilangan dan ukuran tertentu, anak lebih cenderung menggunakan hafalan daripada memahami konsep dasar suatu bilangan sehingga pemahaman mereka terbatas pada hafalan dalam mengingat proses pemecahan masalah yang dihadapinya.
D. Hipotesis Tindakan
Upaya peningkatan kemampuan anak didik tidak terlepas dari kinerja guru sebagai tenaga pendidik. Sehubungan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), guru mempunyai kebebasan dalam memilih metode yang akan diterapkan. Karena anak usia TK sangat peka terhadap ransangan yang diterima dari lingkungan, rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalur apabila mendapat stimulasi/motivasi yang sesuai dengan perkembangannya. Kegiatan berhitung yang diberikan melalui berbagai macam alat permainan mengukur akan menjadi lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak sehingga anak akan lebih berhasil apabila apa yang ia pelajari sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kemampuannya.
Salah satu metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif, dimana pembelajaran ini menggunakan kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang saling mendukung dan bekerja sama dalam mengatasi masalah belajar. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah demontrasi dan pemberian tugas. Dengan metode ini, anak dapat mengembangkan imajinasi melalui pemamfaatan bahan alam dan wadah dalam kelompoknya masing-masing demi tercapai tujuan dari penelitian ini.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
1. Waktu Dan Tempat
Waktu Penelitian dilaksanakan semester ke-2, tema Pekerjaan dan tema air, udara, dan api dilaksanakan tanggal 22 Febr 2010 sampai dengan 27 Maret 2010. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penanaman konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan model explicit instruction dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam melatih membilang bagi anak didik.
Tempat Penelitian dilaksanakan pada TK.Negeri 2 Kota Banda Aceh yang terletak di Komplek Perumahan Cinta Kasih Desa Panterik Kecamatan Lueng Bata. Penulis melaksanakan penelitian di kelompok B-2 tahun 2010.
2. Populasi Dan Sampel
Populasi penelitian adalah anak didik TK.Negeri 2 kelompok B-2 yang bejumlah 12 orang, anak laki-laki 6 orang, anak perempuan 6 orang. Sampel data sebagai subyek Penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menanamkan konsep bilangan melalui permainan pengukuran kepada anak dengan model explicit instruction
B.Persiapan Penelitian
Adapun persiapan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi ;
1. Guru membuat perangkat pembelajaran/RPP dari kurikilum 2004 meliputi : Kompetensi dasar yang diharapkan pada kemampuan kognitif, dan hasil belajar serta indikator.
Kompetesi Dasar Hasil Belajar Indikator
Anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalahsederhana dalam kehidupan sehari-hari Anak dapat memahami bilangan • Membilang/menyebut urutan bilangan dan 1 sampai 10.
• Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 10).
• Membuat urutan bilangan 1-10 dengan benda-benda.
Anak dapat memahami ukuran • Mengukur panjang, dengan langkah, jengkal, lidi, ranting, penggaris meterán.dll
• Mengisi dan menyebutkan isi wadah (gelas, botol, dll) dengan air, pasir, biji-bijian, beras, dll
2. Guru menyusun program pembelajaran/RPP yaitu program Semester, Satuan Kegiatan Mingguan dan Satuan Kegiatan Harian.terlampir.
3. Guru mempersiapkan alat bantu pembalajaran yaitu kartu angka 1-10, dan botol aqua gelas bekas 12 buah, sendok, Penggaris kayu 1 m/ rol kayu, Dadu 1 Buah, daun kering, dan pasir.
4. Guru Mempersiapkan lembaran instrumen untuk mencatat pelaksanaan penelitian.
C. Siklus penelitian
Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus akan dilaksanakan tiga kali pertemuan.
D. Instrumen
Lembaran observasi untuk mencatat hasil yang telah dilaksanakan oleh anak untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran.
Lembaran observasi untuk mengetahui keaktifan anak dalam proses belajar mengajar.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka menghadapi era globalisasi, program pendidikan harus mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi dan tangguh sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, terutama dalam penguasaaan terhadap berbagai keterampilan demi mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pasal 28 ayat 3, yang menyatakan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan taman pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, yang bertujuan untuk membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi, baik psikis maupun fisik, yang meliputi: moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik, serta seni untuk mempersiapkan anak didik dalam memasuki Sekolah Dasar (SD).
Salah satu bidang pengembangan yang diajarkan di TK adalah bidang pengembangan kognitif, yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Usia Prasekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak. Upaya Pengembangan berbagai potensi dapat dilakukan melalui permainan berhitung. Permainan berhitung di TK diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, melainkan juga dengan kesiapan mental, sosial, serta emosional.
Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung anak yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematisnya. Dengan kata lain, permainan berhitung di TK diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan dasar matematika, sehingga anak secara mental siap mengikuti pembelajaran matematika lebih lanjut di SD, seperti pengenalan konsep bilangan, lambang bilangan, warna, bentuk, ukuran, ruang, serta posisi melalui berbagai bentuk alat dan kegiatan bermain yang menyenangkan. Selain itu, permainan berhitung juga diperlukan untuk membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif, dan disiplin pada diri anak (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Berdasarkan pertimbangan inilah banyak orang tua menghendaki agar anak-anak mereka segera memiliki kemampuan berhitung, disamping membaca dan menulis, namun sering kali keinginan orang tua tersebut kurang sesuai dengan tahap perkembangan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan metode dan teknik-teknik keterampilan untuk pengenalan konsep-konsep bilangan atau membilang dengan memadukan bahan yang berasal dari alam yang dapat membantu guru dan anak didik dalam proses belajar-mengajar.
Pada dasarnya, pembelajaran persiapan berhitung di TK dilaksanakan dalam batas-batas dan aturan pengembangan pra-skolastik atau pra-akademik. Persiapan berhitung di TK dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Hal ini merupakan prinsip pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak, kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat mengekpresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas sehingga akan merangsang pola perkembangan kreativitas alami.
Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan supervisi kelas kepada guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk kompetensi dasar tersebut masih bersifat konvensional. Anak didik melakukan pengukuran dengan menggunakan satu alat tertentu saja sehingga hasil pembelajaran tersebut belum mencapai hasil yang maksimal. Penulis pun menyadari bahwa melalui permainan pengukuran, anak-anak dilatih untuk mengenal, membilang, dan memahami ukuran yang dapat membantu mereka dalam melatih imajinasi dan pengembangan kognitifnya.
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2006), pengembangan kognitif ini bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya, menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, mengembangkan kemampuan logika matematika, pengetahuan dan waktu, mengembangkan kemampuan memilah dan mengelompokkan, serta memiliki persiapan pengembangan kemampuan berpikir secara teliti.
Dalam melatih anak didik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri, penulis menggunakan model pembelajaran Explicit Intruction, dimana merupakan metode dengan melibatkan anak didik secara aktif mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir dalam proses pembelajaran, yang kelak diharapkan akan dapat memberikan peluang untuk mempertajam gagasan dan berkreasi sesuai dengan kemampuannya. Dengan menggunakan metode ini, penulis dapat penelitian pembelajaran dengan memadukan konsep pembelajaran kooperatif.
B. Rumusan Masalah
Dalam pembelajaran membilang pada anak didik masih terdapat kelemahan-kelemahan, yang berkaitan dengan keefektifan pembelajaran. Solusi untuk mengatasinya antara lain melalui penerapan model Explicit Intruction. Dengan demikian, masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kurangnya kemampuan dasar dalam aspek Penanaman konsep bilangan melalui beberapa kegiatan permainan dan pembelajaran pengukuran diterapkan pada TK. Negeri 2 Kota Banda Aceh, Kelompok B3.
2. Metode dan teknik Pelaksanaan Proses Pembelajaran Penanaman Konsep bilangan pada anak didik belum tepat sasaran yang digunakan guru pada TK Negeri 2 Banda Aceh.
C. Pemecahan Masalah
Masalah peningkatan kemampuan anak didik pada TK .Negeri 2 Kota Banda Aceh dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit Intruction.
Adapun langkah yang akan ditempuh dalam menanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan penerapan model Explicit intruktion, antara lain:
1. Guru menyampaikan tujuan dan mengelompokkan anak didik menjadi 2 kelompok, dimana tiap kelompok beranggotakan 6 orang. Komposisi kelompok adalah hetorogen, baik jenis kelamin, etnik, maupun kemampuan akademik.
2. Guru mendemontrasikan pengetahuan dan langkah pelaksanan yang akan dilakukan oleh anak didik.
3. Guru melakukan bimbingan pelatihan terhadap anak didik.
4. Guru menguji pemahaman anak didik dengan memberikan umpan balik (feedback) sesuai dengan kebutuhannya.
5. Guru memberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan latihan lanjutan sampai anak benar-benar menguasai konsep bilangan.
6. Guru melakukan evaluasi akhir dan mencatat hasil pengamatan.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Melatih anak dapat mengenal konsep bilangan dengan beberapa permaianan dan pembelajaran pengukuran oleh guru TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
2. Menerapkan Model Explicit Intruction dalam pembelajaran membilang dengan Pengukuran sebagai alternatif dalam menanamkan konsep bilangan pada anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2.
3. Mendeskripsikan kemampuan anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh pada Kelompok B2 dalam Penanamkan konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran .
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk menguji konsistensi temuan empiris yang telah dipublikasikan oleh para ilmuwan terdahulu tentang model explicit intruction.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
a. Manfaat untuk anak didik
Pada penerapan Penanaman Konsep Bilangan dengan model pembelajaran explicit intruction, anak dapat menerima pengalaman belajar yang lebih bervariasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada kemampuan dasar kognitifnya, di antaranya: melatih anak didik supaya mampu membilang sesuai dengan urutan bilangan secara teratur serta mengenal ukuran jumlah suatu benda yang ada di sekitarnya; melatih anak didik untuk mengenal ukuran isi wadah sesuai dengan tahapan berpikir anak; dan yang juga tak kalah pentingnya adalah melatih koordinasi mata, tangan, dan emosi anak didik serta melatih daya ingat mereka untuk mengenal konsep bilangan.
b. Manfaat untuk guru
Memberi masukan tentang alternatif pembelajaran sehingga dapat memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan profesionalisme guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
c. Manfaat untuk sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran di waktu yang akan datang pada TK Negeri 2 Kota Banda Aceh.
F. Pengumpulan Data
Sumber data berasal dari pengamatan pada penelitian terhadap anak didik TK Negeri 2 Kota Banda Aceh. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar dan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran.
Adapun cara pengambilan data adalah sebagai berikut:
1. Data tentang perencanaan pembelajaran yang diprogramkan sebelum pelaksanaan penelitian diambil dari literatur ilmiah.
2. Data hasil belajar diambil setelah anak didik melakukan kegiatan pembelajar yang ditentukan dalam penelitian ini.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Karakteristik Perkembangan Kognitif
Kemampuan kognitif merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Contoh dimensi karakteristik perkembangan kognitif antara lain : memahami konsep makna, dapat mengelompokkan benda berdasarkan persamaan ukuran, warna, dan bentuk, serta mengenali dan menyebut angka (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
Hurlock (1993) dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletakan dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Anak yang mengalami masa bahagia, dengan kata lain terpenuhi segala kebutuhannya, baik fisik maupun psikis di awal perkembangnya, diramalkan akan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya.
Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak, terutama pengalaman konkrit karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman aktif dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Pendidikan TK sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya.
Bloom dalam Departemen Pendidikan Nasional (2000) mengatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. Hal ini bukan hanya sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga merupakan cara belajar yang mendasar, yang meliputi kegiatan memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar, mengembangkan konsep diri, melatih kedisiplinan, keberminatan, spontanitas, inisiatif, dan apresiasif. Raymond Wlodkowski dalam Megawangi (2004) menambahkan, anak yang mempunyai motivasi kuat untuk belajar mempunyai masa depan yang cerah yang diwarnai oleh penemuan, kesempatan, dan kontribusi. Mereka mempunyai kecenderungan alami untuk menguasai hal-hal tersebut yang akan membuatnya sukses sesuai dengan tahapan perkembangan kognitisnya.
Menurut Piaget dalam Departemen Pendidikan Nasional (2007), tahapan perkembangan kognitif anak ada 3 tahapan dalam proses membangun pengetahuannya, antara lain:
1. Asimilasi
Asimilasi merupakan proses penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang ada dalam benak anak.
2. Akomodasi
Akomodasi merupakan penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru pada diri seorang anak.
3. Equilibrium
Equilibrium merupakan keseimbangan antara skema yang digunakan dengan lingkungan yang direspon sebagai hasil ketepatan akomodasi atau penyesuaian antara asimiliasi dan akomodasi.
2. Pengembangan Sains Permulaan
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2007), kemampuan sains permulaan berhubungan dengan berbagai percobaan atau demontrasi sebagai suatu pendekatan secara ilmiah atau logis dengan tetap mempertimbangkan tahapan berpikir anak. Fitjrof Capra dalam Megawangi (2004) mengatakan bahwa pengetahuan manusia tentang sains, masyarakat, dan kebudayaan telah begitu terkotak-kotak sehingga manusia tidak mampu melihat segala sesuatu secara keseluruhan (wholeness) dari setiap fenomena.
Meskipun secara teoritis terdapat keterbatasan dalam menilai setiap fenomena yang terjadi di sekitarnya, kemampuan yang akan dikembangkan pada anak didik TK akan dapat membuatnya melihat segala sesuatu secara menyeluruh, seperti: mengeksplorasi berbagai benda yang ada di sekitarnya, mengadakan berbagai percobaan sederhana, serta mengkomunikasikan apa yang telah diamati dan diteliti (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
3. Tahapan Penguasaan Berhitung
1. Penguasaan konkrit
Penguasaan konkrit yaitu pemahaman atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda dan peristiwa konkrit, seperti pengenalan warna, bentuk, dan menghitung.
2. Penguasaan masa transisi
Penguasaan masa transisi adalah proses berpikir yang merupakan masa peralihan dari penguasaan konkrit menuju penguasaan lambang yang abstrak, dimana benda konkrit itu masih ada dan mulai dikenal bentuk lambangnya. Hal ini harus dilakukan oleh guru secara bertahap sesuai dengan laju dan kecepatan kemampuan anak yang secara individual berbeda-beda. Sebagai contoh : ketika seorang guru menjelaskan konsep angka 1 dengan menggunakan benda (satu pensil), maka anak-anak dapat menyebut benda lain yang memiliki konsep yang sama, sekaligus mengenal bentuk lambang bilangan dari angka yang satu.
3. Penguasaan lambang
Penguasaan lambang merupakan visualisasi dari berbagai konsep, misalnya: lambang 7 untuk menggambarkan konsep bilangan, merah untuk melambangkan konsep warna, besar untuk melambangkan konsep ruang, dan persegi empat untuk menggambarkan konsep bentuk.
4. Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak
Bermain merupakan bagian hidup yang terpenting dalam kehidupan seorang anak. Kesenangan dan kecintaan anak dalam bermain ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang konkrit sehingga daya cipta, imajinasi, dan kreativitas anak dapat berkembang. Bermain adalah cara yang paling efektif untuk mematangkan perkembangan anak pada usia prasekolah (pre-operational thingking).
Kemampuan anak untuk berpikir tentang objek, benda, atau kejadian mulai berkembang. Anak mulai mengenal simbol (kata-kata, angka, gerak tubuh, atau gambar) untuk mewakili benda-benda yang ada di lingkungannya. Karena cara berpikir anak masih tergantung pada objek konkrit serta tergantung pada rentang waktu kekinian dan tempat dimana ia berada, mereka belum dapat berpikir secara abstrak sehingga memerlukan simbol yang konkrit saat guru menanam suatu konsep kepada mereka.
Menurut Vigostsky dalam Megawangi (2004), bermain dan aktivitas yang bersifat konkrit dapat memberikan momentum alami bagi anak untuk belajar sesuatu yang sesuai dengan tahap perkembangan umurnya (age-apropiate) dan kebutuhan spesifik anak (individual needs).
Piaget (1896-1980) terkenal dengan teorinya tentang bagaimana seorang anak belajar melalui tindakan yang dilakukan. Menurutnya Piaget, pemahaman anak dibangun (contructed) melalui tindakan (action) sehingga teori ini sering disebut juga dengan teori Constructivism, dimana seorang anak dapat memahami suatu konsep melalui pengalaman konkritnya (Megawangi, 2004).
B. Metode Permainan Berhitung
Pelaksanaan permainan berhitung adalah kemampuan yang diharapkan dalam permainan berhitung di TK dapat dilaksanakan melalui penguasaan konsep, transisi, dan lambang yang terdapat dalam semua jalur matematika, klasifikasi bilangan, ukuran, geometri estimasi, dan statistika. Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika yang diperlukan untuk menumbuh-kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan dasar bagi pengembangan kemampuan matematika sebagai kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar.
Terdapat 2 metode permainan berhitung yang akan diteliti, antara lain:
1. Bermain bilangan
Dalam bermain bilangan, anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan, transisi, dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang sehingga akhirnya dapat mencocokannya sesuai dengan lambang bilangannya.
2. Bermain ukuran
Dalam bermain ukuran, anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standar yang bersifat informal atau alamiah, seperti: panjang, besar, tinggi dan isi, melalui alat ukur alamiah, seperti: jengkal, jari, langkah, tali, tongkat, lidi, dan lain-lain.
C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Osborn (1981), perkembangan intelektual pada anak berkembang sangat pesat pada kurun waktu usia nol sampai dengan prasekolah (4-6 tahun). Oleh sebab itu, usia prasekolah seringkali disebut sebagai masa peka belajar. Pernyataan ini didukung oleh Benyamin S. Bloom yang menyatakan bahwa 50 % dari potensi intelektual anak sudah terbentuk di usia 4 tahun, kemudian dapat mencapai sekitar 80 % pada usia 8 tahun (Departemen Pendidikan Nasional, 2000).
Salah satu aspek pengembangan kemampuan dasar kognitif serta kompetensi dasar anak prasekolah di TK bertujuan agar anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari’, dan memahami ukuran. Berdasarkan hal tersebut, indikator keberhasilan pun dapat telihat pada kemampuan anak ketika mengukur panjang dengan langkah kaki, jengkal tangan, lidi, ranting, penggaris, atau meteran; membedakan berat benda dengan timbangan (buatan atau alami); mengisi suatu wadah dengan air, pasir, biji-bijian, atau beras, kemudian menyebutkan volume wadah tersebut. Dalam menguasai bilangan dan ukuran tertentu, anak lebih cenderung menggunakan hafalan daripada memahami konsep dasar suatu bilangan sehingga pemahaman mereka terbatas pada hafalan dalam mengingat proses pemecahan masalah yang dihadapinya.
D. Hipotesis Tindakan
Upaya peningkatan kemampuan anak didik tidak terlepas dari kinerja guru sebagai tenaga pendidik. Sehubungan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), guru mempunyai kebebasan dalam memilih metode yang akan diterapkan. Karena anak usia TK sangat peka terhadap ransangan yang diterima dari lingkungan, rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalur apabila mendapat stimulasi/motivasi yang sesuai dengan perkembangannya. Kegiatan berhitung yang diberikan melalui berbagai macam alat permainan mengukur akan menjadi lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak sehingga anak akan lebih berhasil apabila apa yang ia pelajari sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kemampuannya.
Salah satu metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif, dimana pembelajaran ini menggunakan kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang saling mendukung dan bekerja sama dalam mengatasi masalah belajar. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah demontrasi dan pemberian tugas. Dengan metode ini, anak dapat mengembangkan imajinasi melalui pemamfaatan bahan alam dan wadah dalam kelompoknya masing-masing demi tercapai tujuan dari penelitian ini.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. SETTING PENELITIAN
1. Waktu Dan Tempat
Waktu Penelitian dilaksanakan semester ke-2, tema Pekerjaan dan tema air, udara, dan api dilaksanakan tanggal 22 Febr 2010 sampai dengan 27 Maret 2010. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Penanaman konsep bilangan melalui pembelajaran pengukuran dengan model explicit instruction dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam melatih membilang bagi anak didik.
Tempat Penelitian dilaksanakan pada TK.Negeri 2 Kota Banda Aceh yang terletak di Komplek Perumahan Cinta Kasih Desa Panterik Kecamatan Lueng Bata. Penulis melaksanakan penelitian di kelompok B-2 tahun 2010.
2. Populasi Dan Sampel
Populasi penelitian adalah anak didik TK.Negeri 2 kelompok B-2 yang bejumlah 12 orang, anak laki-laki 6 orang, anak perempuan 6 orang. Sampel data sebagai subyek Penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menanamkan konsep bilangan melalui permainan pengukuran kepada anak dengan model explicit instruction
B.Persiapan Penelitian
Adapun persiapan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi ;
1. Guru membuat perangkat pembelajaran/RPP dari kurikilum 2004 meliputi : Kompetensi dasar yang diharapkan pada kemampuan kognitif, dan hasil belajar serta indikator.
Kompetesi Dasar Hasil Belajar Indikator
Anak mampu memahami konsep sederhana, memecahkan masalahsederhana dalam kehidupan sehari-hari Anak dapat memahami bilangan • Membilang/menyebut urutan bilangan dan 1 sampai 10.
• Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 10).
• Membuat urutan bilangan 1-10 dengan benda-benda.
Anak dapat memahami ukuran • Mengukur panjang, dengan langkah, jengkal, lidi, ranting, penggaris meterán.dll
• Mengisi dan menyebutkan isi wadah (gelas, botol, dll) dengan air, pasir, biji-bijian, beras, dll
2. Guru menyusun program pembelajaran/RPP yaitu program Semester, Satuan Kegiatan Mingguan dan Satuan Kegiatan Harian.terlampir.
3. Guru mempersiapkan alat bantu pembalajaran yaitu kartu angka 1-10, dan botol aqua gelas bekas 12 buah, sendok, Penggaris kayu 1 m/ rol kayu, Dadu 1 Buah, daun kering, dan pasir.
4. Guru Mempersiapkan lembaran instrumen untuk mencatat pelaksanaan penelitian.
C. Siklus penelitian
Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus akan dilaksanakan tiga kali pertemuan.
D. Instrumen
Lembaran observasi untuk mencatat hasil yang telah dilaksanakan oleh anak untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran.
Lembaran observasi untuk mengetahui keaktifan anak dalam proses belajar mengajar.
Selasa, 12 April 2011
Allah Maha Memberi
Allah Maha Memberi
Andaikan kita menyadarinya betapa besar kasih sayang Ilahi Rabbi
Yang tidak pernah membedakan apakah statusnya
Yang tak pernah memilih kasih antara satu dengan yang lainnya
Yang tak pernah luput dari segala ampunanan-NYA
Allah maha penyayang untuk semua makhluk
Allah selalu melimahkan Rahmat kepada siapa saja
Apakah dia seorang hambanya yang muslim
Apakah dia seorang hambanya yang kafir
Apaka ia adalah binatang atau hewan
Dia tumbuh-tumbuhan, seluruh jagad raya
Semua kebagian nikmat Allah
Allah memberikan nikmat duniawi kepada semua makhluk-NYA
Akan tetapi bagaimana dengan nikmat ukhrawi
Nah …disini kita harus mempunyai bekal
untuk mendapatkan nikmat itu
Manusia yang diangkat harkat dan martabatnya oleh Allah
Dari makhluk Allah yang lainnya karena dia mempunyai “akal”
Allah memberi kelebihan kepada manusia ……….
Apakah manusia ada berpikir..?
Coba manusia merasakan nikmat yang diberikan Allah kepadanya
Perhitungkan satu persatu, mulai nikmat “mata”
bagaimana besarnya nikmat mata bagi manusia
dan manusia tidak pernah merasakan nikmat matanya
apabila dia belum pernah merasakan kehilangan fungsi dari mata
begitu juga dengan anggota tubuh lainnya
berapa banyak manusia menghabiskan oksigen dalam satu hari
dan berapa tahunkah dia diberi kesempatan oleh Allah
untuk hidup dan memamfaatkannya
adakah manusia mau berfikir?
Dan sebagai ucapan terima kasih manusia kepada Allah
Berapa kali dalam sehari mengucapkan rasa syukur nya
Adakah manusia menyadari dan selalu mengingat-NYA
Adakah manusia tidak berpaling dari-NYA
Apakah manusia tidak memutarbalikan akidah selain dari perintah-NYA
Melakukan sesuatu yang diizinkan oleh-Nya
Dan meninggalkan semua yang dilarang oleh-NYa
Dan berpikirlah wahai hamba Allah!!!
Andaikan kita menyadarinya betapa besar kasih sayang Ilahi Rabbi
Yang tidak pernah membedakan apakah statusnya
Yang tak pernah memilih kasih antara satu dengan yang lainnya
Yang tak pernah luput dari segala ampunanan-NYA
Allah maha penyayang untuk semua makhluk
Allah selalu melimahkan Rahmat kepada siapa saja
Apakah dia seorang hambanya yang muslim
Apakah dia seorang hambanya yang kafir
Apaka ia adalah binatang atau hewan
Dia tumbuh-tumbuhan, seluruh jagad raya
Semua kebagian nikmat Allah
Allah memberikan nikmat duniawi kepada semua makhluk-NYA
Akan tetapi bagaimana dengan nikmat ukhrawi
Nah …disini kita harus mempunyai bekal
untuk mendapatkan nikmat itu
Manusia yang diangkat harkat dan martabatnya oleh Allah
Dari makhluk Allah yang lainnya karena dia mempunyai “akal”
Allah memberi kelebihan kepada manusia ……….
Apakah manusia ada berpikir..?
Coba manusia merasakan nikmat yang diberikan Allah kepadanya
Perhitungkan satu persatu, mulai nikmat “mata”
bagaimana besarnya nikmat mata bagi manusia
dan manusia tidak pernah merasakan nikmat matanya
apabila dia belum pernah merasakan kehilangan fungsi dari mata
begitu juga dengan anggota tubuh lainnya
berapa banyak manusia menghabiskan oksigen dalam satu hari
dan berapa tahunkah dia diberi kesempatan oleh Allah
untuk hidup dan memamfaatkannya
adakah manusia mau berfikir?
Dan sebagai ucapan terima kasih manusia kepada Allah
Berapa kali dalam sehari mengucapkan rasa syukur nya
Adakah manusia menyadari dan selalu mengingat-NYA
Adakah manusia tidak berpaling dari-NYA
Apakah manusia tidak memutarbalikan akidah selain dari perintah-NYA
Melakukan sesuatu yang diizinkan oleh-Nya
Dan meninggalkan semua yang dilarang oleh-NYa
Dan berpikirlah wahai hamba Allah!!!
Sabtu, 09 April 2011
PTK"PENGARUH MUSIK TERHADAP KONSENTRASI ANAK PADA PERMAINAN LOTTO
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orang tua murid menuntut agar putra-putrinya dapat membaca setelah
menyelesaikan pendidikannya di Taman Kanak-kanak (TK), namun tuntutan
orang tua tidak dapat dilaksanakan oleh para guru TK melalui Proses Belajar
Mengajar secara formal seperti yang dilaksanakan di Sekolah Dasar sebab
pelaksanaan pembelajaran di TK harus dilakukan melalui kegiatan bermain.
Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain merupakan prinsip
pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak,
kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat
mengekspresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang
berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas
sehingga akan merangsang pula perkembangan kreativitas alaminya.
Melalui kegiatan bermain, anak bisa mencapai perkembangan fisik,
intelektual, emosi dan sosial. Perkembangan secara fisik dapat dilihat melalui
kegiatan bermain, sedangkan perkembangan intelektual dapat dilihat melalui
kemampuan menggunakan dan memanfaatkan lingkungannya. Perkembangan
anak dapat dilihat ketika anak sedang merasa senang, tidak senang, sedih, marah,
kalah atau menang. Perkembangan sosial dapat juga dilihat dari hubungannya
dengan teman sebayanya, dalam bentuk menolong, memperhatikan serta
membantu kepentingan orang lain (Prasetyono, 2007).
2
Salah satu bentuk permainan yang dapat merangsang daya ingat dan
imajinasi anak adalah Permainan Lotto. Ada bermacam-macam jenis lotto, antara
lain: lotto berpasangan, lotto sejenis, dan sebagainya. Alat permainan ini dapat
membantu guru dalam melatih daya ingat anak untuk mengingat huruf.
Akibat adanya kecenderungan anak untuk mengenal huruf dan kata hanya
dengan cara menghafal serta akibat kurangnya minat anak untuk mengenal huruf
dan kata sehingga membuat anak menjadi bosan untuk belajar mengenal serta
meniru huruf dan kata, penulis pun akhirnya mencoba menggunakan suatu alat
peraga yang dianggap dapat meningkatkan daya ingat dan motorik halus anak.
Penulis mencoba melakukan permainan dengan menggunakan alat peraga lotto
yakni lotto huruf (lotto sejenis), dimana permainan ini sangat digemari oleh anak.
Melalui permainan ini penulis mencoba memperkenalkan huruf abjad sebab
mengenal huruf adalah awal dari mengenal kata dan kalimat.
Prasetyono (2007) kembali menambahkan bahwa mempelajari huruf
abjad bagi anak kecil jauh lebih sulit dibandingkan belajar menghitung. Hal ini
dikarenakan masih sulit membayangkan bentuk-bentuk huruf yang banyak itu.
Anak sering membuat kesalahan dalam mengingat dan menyebutkan salah satu
bentuk huruf. Oleh karena itu, anak memerlukan bimbingan dan membutuhkan
banyak latihan dari berbagai pihak, terutama dari guru TK dan orang tuanya.
Supaya tercapai hasil seoptimal mungkin, guru harus memiliki strategi
yang paling tepat dalam proses belajar-mengajar. Berbagai metode mengajar
yang sudah banyak dikenal antara lain: metode pemberian tugas, demontrasi,
bercerita, tanya jawab, bercakap-cakap, eksprimen dan karya wisata. Selain
3
ditentukan oleh alat peraga dan metode yang digunakan dalam mengajar,
keberhasilan proses belajar mengajar juga dipengaruhi oleh tehnik penyajian
sebab tanpa adanya tehnik penyajian yang menarik, peserta didik akan merasa
bosan serta tidak menaruh perhatian penuh terhadap apa-apa yang disajikan oleh
para guru sehingga tujuan dari pembelajaran tidak tercapai secara maksimal.
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi pada
kebutuhannya. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upayaupaya
pendidikan untuk mencapai optimalisasai semua aspek perkembangan,
baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik dan sosioemosional).
Dengan demikian, berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya
dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek
perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak (Depdiknas, 2006b).
Akibat terdapatnya kekurangan pada kemampuan anak yang tidak mudah
untuk diajak berkonsentrasi lebih dari beberapa menit sehingga musik
diperkenalkan ke dalam aktivitas anak untuk melatih konsentrasi mereka
(Prasetyono, 2007). Alfa Handayani S.Psi., seorang psikolog, mengatakan bahwa
musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik dapat
merangsang pertumbuhan sel otak1 sehingga meningkatkan konsentrasi mereka.
1
A. Latar Belakang
Orang tua murid menuntut agar putra-putrinya dapat membaca setelah
menyelesaikan pendidikannya di Taman Kanak-kanak (TK), namun tuntutan
orang tua tidak dapat dilaksanakan oleh para guru TK melalui Proses Belajar
Mengajar secara formal seperti yang dilaksanakan di Sekolah Dasar sebab
pelaksanaan pembelajaran di TK harus dilakukan melalui kegiatan bermain.
Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain merupakan prinsip
pembelajaran di TK sebab dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak-anak,
kegiatan bermain selalu menyenangkan. Dengan bermain, anak-anak dapat
mengekspresikan berbagai perasaan maupun ide-ide yang cemerlang tentang
berbagai hal. Anak juga dapat menjelajah ke alam imajinasi yang tidak terbatas
sehingga akan merangsang pula perkembangan kreativitas alaminya.
Melalui kegiatan bermain, anak bisa mencapai perkembangan fisik,
intelektual, emosi dan sosial. Perkembangan secara fisik dapat dilihat melalui
kegiatan bermain, sedangkan perkembangan intelektual dapat dilihat melalui
kemampuan menggunakan dan memanfaatkan lingkungannya. Perkembangan
anak dapat dilihat ketika anak sedang merasa senang, tidak senang, sedih, marah,
kalah atau menang. Perkembangan sosial dapat juga dilihat dari hubungannya
dengan teman sebayanya, dalam bentuk menolong, memperhatikan serta
membantu kepentingan orang lain (Prasetyono, 2007).
2
Salah satu bentuk permainan yang dapat merangsang daya ingat dan
imajinasi anak adalah Permainan Lotto. Ada bermacam-macam jenis lotto, antara
lain: lotto berpasangan, lotto sejenis, dan sebagainya. Alat permainan ini dapat
membantu guru dalam melatih daya ingat anak untuk mengingat huruf.
Akibat adanya kecenderungan anak untuk mengenal huruf dan kata hanya
dengan cara menghafal serta akibat kurangnya minat anak untuk mengenal huruf
dan kata sehingga membuat anak menjadi bosan untuk belajar mengenal serta
meniru huruf dan kata, penulis pun akhirnya mencoba menggunakan suatu alat
peraga yang dianggap dapat meningkatkan daya ingat dan motorik halus anak.
Penulis mencoba melakukan permainan dengan menggunakan alat peraga lotto
yakni lotto huruf (lotto sejenis), dimana permainan ini sangat digemari oleh anak.
Melalui permainan ini penulis mencoba memperkenalkan huruf abjad sebab
mengenal huruf adalah awal dari mengenal kata dan kalimat.
Prasetyono (2007) kembali menambahkan bahwa mempelajari huruf
abjad bagi anak kecil jauh lebih sulit dibandingkan belajar menghitung. Hal ini
dikarenakan masih sulit membayangkan bentuk-bentuk huruf yang banyak itu.
Anak sering membuat kesalahan dalam mengingat dan menyebutkan salah satu
bentuk huruf. Oleh karena itu, anak memerlukan bimbingan dan membutuhkan
banyak latihan dari berbagai pihak, terutama dari guru TK dan orang tuanya.
Supaya tercapai hasil seoptimal mungkin, guru harus memiliki strategi
yang paling tepat dalam proses belajar-mengajar. Berbagai metode mengajar
yang sudah banyak dikenal antara lain: metode pemberian tugas, demontrasi,
bercerita, tanya jawab, bercakap-cakap, eksprimen dan karya wisata. Selain
3
ditentukan oleh alat peraga dan metode yang digunakan dalam mengajar,
keberhasilan proses belajar mengajar juga dipengaruhi oleh tehnik penyajian
sebab tanpa adanya tehnik penyajian yang menarik, peserta didik akan merasa
bosan serta tidak menaruh perhatian penuh terhadap apa-apa yang disajikan oleh
para guru sehingga tujuan dari pembelajaran tidak tercapai secara maksimal.
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi pada
kebutuhannya. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upayaupaya
pendidikan untuk mencapai optimalisasai semua aspek perkembangan,
baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik dan sosioemosional).
Dengan demikian, berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya
dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek
perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak (Depdiknas, 2006b).
Akibat terdapatnya kekurangan pada kemampuan anak yang tidak mudah
untuk diajak berkonsentrasi lebih dari beberapa menit sehingga musik
diperkenalkan ke dalam aktivitas anak untuk melatih konsentrasi mereka
(Prasetyono, 2007). Alfa Handayani S.Psi., seorang psikolog, mengatakan bahwa
musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik dapat
merangsang pertumbuhan sel otak1 sehingga meningkatkan konsentrasi mereka.
1
Sabtu, 26 Maret 2011
EMBELAJARAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER
TRAINING PEMBELAJARAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER
I. PENDAHULUAN
Latar belakang
Berdasarkan fakta yang telah kita saksikan sendiri dan dikalangan masyarakat itu sendiri,banyak terjadi perilaku beresiko seperti alkohol,obat obatan,dan sex bebas,tawuran antar pelajar, antar desa/kelompok/suku, pembunuhan sadis baik terhadap sesama, juga terhadap saudara sendiri, malah terhadap orang tunya sendiri. dan masih banyak perilaku terpuruk dari bangsa kita pada saat ini..
10 tanda kemunduran bangsa THOMAS RICKONA
1.Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
2.Penggunaan bahasa dan kata kata yang buruk
3.Pengaruh per grup yang kuat dalam tindak kekerasan
4.Meningkat nya perilaku yang merusak diri seperi narkoba,sex bebas,dan alkohol.
5.Kaburnya pedoman moral baik dan buruk
6.Penurunan etos kerja
7.Rendah nya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8.Rendah nya rasa tanggung jawab baik sebagai individu maupun warga negara.
9.Ketidakjujuran yang telah membudaya
10.Ada nya rasa saling curiga dan kebencian diantara sesama.
Seminar pendidikan karakter INDONESIA HERITAGE FOUNDATION membagun bangsa berkarakter.
TUJUAN
Pendidikan karakter di taman kanak kanak bertujuan untuk menanamkan moral /karakter kepada anak sejak usia dini .
Kualitas karakter sangat menentukan kemajuan bangsa.
1.Jujur dan dapat diandalkan
2.Bila dipercaya dan tepat waktu
3.Bisa menyesuaikan diri dengan rang ain
4.Bisa bekerjasama dengan atasan
5.Bisa menerima dan menjalankan kewajiban
6.Mempunyai motivasi kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri
7.Berpikir bahwa diri nya berharga
Perlu nya pendidikan karakter pada usia dini
1.Usia paling efektif membangun karakter di bawah 10 tahun
2.Kematangan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil
3.Pendidikan berkarakter mengoptimalkan fungsi otak kiri dan otak kanan sehingga menekan
pengaruh tak tengah {instink hewani}
4.Kesiapan anak masuk SD ditentukan oleh kecerdasan emosi bukan kemampuan baca tulis
Faktor faktor penyebab kegagalan anak bukan aspek kognitif tetapi karakter,aspek karakter ,aspek karakter penentu keberhasilan percaya diri,ingin tahu,motivasi,kontrol diri,kerjasama,persahabatan,empati,kemampuan untuk fokus,dan komunikasi.
II. PENERAPAN PILAR KARAKTER
PILAR 1.cinta tuhan dan segala ciptaan nya
Ajarkan anak mengucapkan kata pujian terhada Allah ketika melihat sesuatu yang indah,ketika mendapatkan nikmat ucapkan “Subhanallah”dan Alhamdulillah” ketika mendapatkan sesuatu atau ucapan kekaguman dan mencakupkan anak pada perasaan terhadap kebesaran tuhan atas nikmat setelah diberikan kepada mereka,serta memberi nya tanggung jawab dan merasa betap penting nya keberadaan anak daam keluarga.
PILAR 2. kemandirian dan tanggung jawab
Tunjukkan penghargaan terhadap usaha anak,dan berikan motivasi agar anak mencoba,minta pertimbangan anak mengenai pertanyaan.Setiap anak,jangan mengomentari kekurangan anak pada orang lain,jangan menggunakan kalimat negatif terhadap anak,perlu nya kerjasama orang tua dan guru,jangan mematikan harapan keinginan anak.
PILAR 3.kejujuran /amanah dan diplomatis
Agar pilar terlaksana dan dapat dimengerti oleh anak,berikan contoh yang baik,ingatkan anak selalu jujur baik dalam perkataan maupun daam perbuatan .Bila ada kejadian dikelas yang menuntut suatu kejujuran ingatkan anak tentang kejujuran.Hargai setiap perbuatan dan perkataan anak yang bersikap jujur baik dengan pujian maupun dengan penghargaan lain nya.
PILAR 4. hormat dan santun
1.Latih dan biasakan bermain bersama dengan rekan nya
2.Tumbuhkan rasa keyakinan pada anak perbuataan yang baik seperti sikap sopan santun akan
disayangi orang tua,guru,dan teman.
3.Bimbing anak jika melakukan kesalahan dan beri konsekwensi dari perbutan tersebut
4.Ajak anak sesekali menonton film berkarakter dan bimbing anak tersebut
PILAR 5. dermawan,suka menolong dan gotong royong
1.Biasakan anak untuk berbagi dengan teman nya
2.Biasakan daam kegiatan anak untuk bekerja sama dan bergotong royong dan berikan pengertian tentang kemudahan dan kesuksesan dalam bekerja sama dan bergotong royong dalam mencapai suatu tujuan.
3.Setiap akhir kegiatan biasakan untuk membersihkan secara gotong royong
4.Berikan penghargaan kepada anak yang bersikap dermawan,tolong menolong,dan kerjasama
PILAR 6.percaya diri,kreatif,dan pekerja keras
1.Setiap anak yang berbuat baik berikanlah pujian karena nanti nya ia akan termotivasi untuk
melakukan perbuatan yang lebih baik
2.Memberikan pujian kepada anak untuk membangkitkan rasa percaya diri pada anak tersebut
3.Jika anak melakukan kegiatan harapkanlah pada si anak untuk melakukan dengan sempurna
4.Tunjukan kepada anak bahwa diri nya penting dengan perlakuan yang baik
5.jangan pusatkan perhatian pada tingkah laku yang buruk,berpendapat bahwa hal ini akan
mendorong anak akan bekerja keras,hal ini tidak benar
6.Berikanlah tingkah laku yang baik dan percaya diri kepada anak untuk membuat mereka lebih
nyaman
7.Anak yang percaya diri adalah anak yang penuh dengan kecerdasan dan keyakinan tapi tetap menerima kritikan membangun
PILAR 7.kepemimpinan dan keadilan
1.Dorong anak menjadi seorang pemimpin
2.Jika anak yang selalu “ingin menjadi pemimpin” arahkan
3.Optimakan kreatifitas guru untuk mencari metode yang menarik untuk anak
PILAR 8.baik hati dan rendah diri
1.Biasakan anak bermain bersama untuk sosialisasi
2.Berikan konsekwesi dari tindakan tersebut
3.Ajaklah menonton film yang berpesan moral
4.Tumbuhkan keyakinan pada awal bahwa orang yang baik disayangi tuhan
PILAR 9.toleransi,kedamaian dan kesatuan
1.Biasakan anak bermain bersama sehingga anak dapat belajar dan bermain
2.Ajaklah anak dapat mengungkapkan keebihan teman dalam bentuk permainan misalnya “temanku cerminku”. Anak akan mencari kelebihan teman nya dan saling bercermin
3.Ajarkan anak saling menyapa jikalau bertemu dan bersalaman ketika akan berpisah
K 4 kebersihan,kerapian,kesehatan,dan keamanan
1.Guru bias menjadi teladan yang baik kepada anak didik nya sebagai orang yang mencintai kebersihan,kerapian,kesehatan,dan keamanan
2.Lakukan latihan motorik K 4 seperti menyikat gigi {sentra eksprasi},membuat makanan yang sehat{fun cooking},menunjukkan alat yang berbahaya bagi anak
3.Sediakan alat alat yang mendukung K 4 seperti sapu,lap,sisir,kotak P3K,tempat untuk BAB dan BAK
4.Lakukan kunjungan ke rumah anak untuk melihat keberadaan anak dan lingkungan nya terkait dengan penerapan K 4
Berikan penghargaan kepada anak yang teah menunjukkan sikap yang menerapkan K 4 seperti berpakaian rapi dan bersih,mambawa makanan yang bersih dan bergizi d.Catatan : menyanyi,membaca,cerita berkaraktr,dan bermain peran yang cukup efektif untuk menerapkan karakter di daam keas maupun diingkungan anak tingga.
III . PENERAPAN DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE {DAP}
Mengapa muncul konsep DAP ?
Kurikulum Amerika tahun 1960-1970 an dianggap gagal menghasilkan siswa yang dapat berpikir kritis dan menyelesaikan masalah kehidupan nya
Mengapa gagal ?
1.Orientasi hanya pada menghafal
2.Lebih banyak menekankan aspek kognitif dari pada aspek lain {social,emosi,spiritual}
3.Pelajaran bersifat abstrak{tidak kongkrit}
4.Guru berceramah,anak mendengar pasif
5.Lebih banyak mengerjakan kegiatan bersifat individuallistis
Mengapa menggunakan DAP ?
Insting alami manusia sejak lahir {poter khine}seperti : menyedot asi {sucking insting}, insting belajar.
KONSEP DAP
1.Memperlakukan anak sebagai individu yang utuh {the whole child}
2.Melibatkan komponen
* Pengetahuan {knowledge}
* Keterampilan {skills}
* Sifat alamiah {dispositions}
* Perasaan {feelings}
Dianggap dapat memperthankan dan bahkan meningkatkan gairah semangat anak anak untuk belajar.
TEORI YANG MENDASARI DAP
1.Pengetahuan anak di bangun melalui pengalaman aksi
2.Setiap pengalaman baru akan membangun,pengertian pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi
Teori Piaget {teori perkembangan kognitif}
1.Contouctivism : pemahaman anak di bangun melalui aksi
2.Asimilasi : mengetahui sesuatu karena ada pengalaman sebelum nya
3.akomodasi : proses memodifikasi apa yang diketahui sebelumnya karena menghadapi fenomena yang
baru
Suasana belajar akan lebih efektif dalam seorang anak dihadapkan pada konflik,serta tindakan atau pengalaman nyata sehingga ada proses akomodasi dan asimilasi.Tahap perkembangan kognitif anak usia 18 – 6 atau 7 tahun {free –operational} yaitu mulai berpikir menggunakan symbol / objek kongkrit . Tahap perkembangan kognitif usia 7-12 tahun {concrete – operational} yaitu mulai berpikir abstrak dan logis,tapi masih memerlukan objek kongkrit.
TEORI ERIK ERIKSON {teori perkembangan emosi}
1.Perkembangan emosi positif sangat penting dalam perkembangan jiwa anak selanjut nya sehingga anak percaya diri dan besemangat untuk belajar
2.Sangat tergantung pada peran guru dan orang tua
MITIATIVE NS GUILT (USIA 3,5-6 TAHUN)
1. Pada masa usia ini, anak harus dapat bereksperimen, bereksplorasi, berimajinasi, berani
mengambil resiko, berani mencoba, sehingga anak kreatif dan antusias belajar
2. Anak terlalu banyak dikritik dan disalahkan akan mematikan kreatifitas, karena takut
mencoba
3. Memerlukan suasana belajar yang memberikan kesempatan anak aktif, berimajinasi,
bersosialisasi, dan berkreasi (bukan sebagai objek pasif)
INDUSTRY VERSUS INFERIORITY (USIA 6 TAHUN-AWAL PUBERTAS)
1. Masa paling kritis dalam membangun kepercayaan diri bahwa mereka mampu untuk berkarya
2. Berikan kegiatan permainan yang membuat mereka merasa berhasil melakukannya
3. Memberikan nilai atau rangkin yang dapat menimbulkan a sense of inferiority
Ciptakan kurikulum yang dapat membuat anak merasa mapu mengerjakannya dan tertantang untuk mengetahui lebih lanjut
TEORI FYGOTSKY (TEORI SOSIO-KULTURAL)
1. Cara belajar efektif melalui preaktek nyata (action) terutama dengan bermain
2. Perkembangan intelektual anak mencakup bagaimana mengaitkan bahasa dengan pikiran,
dengan aktif berbicara dan diskusi, anak lebih mngerti konsep berbicara
3. Bahasa merupakan alat Bantu yang efektif dalam proses belajar, bermain dan
bereksplorasi, dapat membantu perkembangan otak, berbahasa, bernalar, dan
bersosialisasi.
BAGIAN-BAGIAN OTAK
Sistem limbic otak:
1. mengontrol kemampuan daya ingat, kemampuan belajar manusia
2. merespon informasi yang diterima panca indera
3. Penyimpan informasi yang berharga
BRAIN BASED LEARNING
1. otak belajar melibatkan seluruh aspek fisiologi manusia
2. kerja otak dipengaruhi oleh emosi
3. otak selalu mencari makna dan arti
4. otak bekerja secara parallel dan simultan
5. kerja otak optimal jika diberi tantangan dan terhambat jika ada ancaman
HOWART GARDNER
1. Kecerdasan adalah multidimensi, setiap manusia mepunyai kecerdasan spesifik dan
kombinasi dari beberapa aspek kecerdasan
2. Definisi kecerdasan yaitu kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam
kehidupan, dan dapat menghasilkan produk yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan
Petunjuk praktik praktis pelaksanaan BAP
1. Merencanakan kurikulum
2. interaksi orangtua, guru, dan anak
3. Hubungan antara rumah dan sekolah
4. evaluasi perkembangan anak
merencanakan kurikulum sesuai BAP
1. mencakup pengembangan seluruh dimensi perkembangan anak, seperti fisik emosi social
spiritual, dan kognitif
2. guru harus memodifikasi kurikulum sesuai dengan akat, minat, kekuatan, kebutuhan, dan
latar belakang anak
3. memperhasilkan proses belajar yang aktif, keterlibatan anak dalam eksplorasi dan interaksi dengan guru dan rekan
4. Kegiatan dan material belajar harus nyata dan relevan dengan kehidupan anak
Hasil studi DAP
1. meningkatkan motivasi anak untuk bereksplorasi, meningkatkan kreatifitas
2. anak mempunyai tingkat stress dan kekhawatiran yang rendah
3. anak lebih kreatif, unggul dalam kemampuan bahasa, membaca dan matematika
Progam pendidikan yang sesuai dengan DAP
1. guru menyediakan beragam kegiatan dan bahan-bahan acara sehingga anak mempunyai
kesemapatan untuk memilih
2. guru harus memberikan peluang anak untuk tercelup dalam kegiatan di kelas dengan
menggunkan bahan-bahan ajaran, maupun diskusi aktif
3. mmeberikan bergam kegiatan secara kelompok atau individu
4. membantu dan mengarahkan anaka yanag masih belum mampu melakukannya
5. berikan motivasi kepada anak untuk berinisiatifkan diri mengulang apa yang sedang
dipelajari
I. PENDAHULUAN
Latar belakang
Berdasarkan fakta yang telah kita saksikan sendiri dan dikalangan masyarakat itu sendiri,banyak terjadi perilaku beresiko seperti alkohol,obat obatan,dan sex bebas,tawuran antar pelajar, antar desa/kelompok/suku, pembunuhan sadis baik terhadap sesama, juga terhadap saudara sendiri, malah terhadap orang tunya sendiri. dan masih banyak perilaku terpuruk dari bangsa kita pada saat ini..
10 tanda kemunduran bangsa THOMAS RICKONA
1.Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
2.Penggunaan bahasa dan kata kata yang buruk
3.Pengaruh per grup yang kuat dalam tindak kekerasan
4.Meningkat nya perilaku yang merusak diri seperi narkoba,sex bebas,dan alkohol.
5.Kaburnya pedoman moral baik dan buruk
6.Penurunan etos kerja
7.Rendah nya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8.Rendah nya rasa tanggung jawab baik sebagai individu maupun warga negara.
9.Ketidakjujuran yang telah membudaya
10.Ada nya rasa saling curiga dan kebencian diantara sesama.
Seminar pendidikan karakter INDONESIA HERITAGE FOUNDATION membagun bangsa berkarakter.
TUJUAN
Pendidikan karakter di taman kanak kanak bertujuan untuk menanamkan moral /karakter kepada anak sejak usia dini .
Kualitas karakter sangat menentukan kemajuan bangsa.
1.Jujur dan dapat diandalkan
2.Bila dipercaya dan tepat waktu
3.Bisa menyesuaikan diri dengan rang ain
4.Bisa bekerjasama dengan atasan
5.Bisa menerima dan menjalankan kewajiban
6.Mempunyai motivasi kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri
7.Berpikir bahwa diri nya berharga
Perlu nya pendidikan karakter pada usia dini
1.Usia paling efektif membangun karakter di bawah 10 tahun
2.Kematangan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil
3.Pendidikan berkarakter mengoptimalkan fungsi otak kiri dan otak kanan sehingga menekan
pengaruh tak tengah {instink hewani}
4.Kesiapan anak masuk SD ditentukan oleh kecerdasan emosi bukan kemampuan baca tulis
Faktor faktor penyebab kegagalan anak bukan aspek kognitif tetapi karakter,aspek karakter ,aspek karakter penentu keberhasilan percaya diri,ingin tahu,motivasi,kontrol diri,kerjasama,persahabatan,empati,kemampuan untuk fokus,dan komunikasi.
II. PENERAPAN PILAR KARAKTER
PILAR 1.cinta tuhan dan segala ciptaan nya
Ajarkan anak mengucapkan kata pujian terhada Allah ketika melihat sesuatu yang indah,ketika mendapatkan nikmat ucapkan “Subhanallah”dan Alhamdulillah” ketika mendapatkan sesuatu atau ucapan kekaguman dan mencakupkan anak pada perasaan terhadap kebesaran tuhan atas nikmat setelah diberikan kepada mereka,serta memberi nya tanggung jawab dan merasa betap penting nya keberadaan anak daam keluarga.
PILAR 2. kemandirian dan tanggung jawab
Tunjukkan penghargaan terhadap usaha anak,dan berikan motivasi agar anak mencoba,minta pertimbangan anak mengenai pertanyaan.Setiap anak,jangan mengomentari kekurangan anak pada orang lain,jangan menggunakan kalimat negatif terhadap anak,perlu nya kerjasama orang tua dan guru,jangan mematikan harapan keinginan anak.
PILAR 3.kejujuran /amanah dan diplomatis
Agar pilar terlaksana dan dapat dimengerti oleh anak,berikan contoh yang baik,ingatkan anak selalu jujur baik dalam perkataan maupun daam perbuatan .Bila ada kejadian dikelas yang menuntut suatu kejujuran ingatkan anak tentang kejujuran.Hargai setiap perbuatan dan perkataan anak yang bersikap jujur baik dengan pujian maupun dengan penghargaan lain nya.
PILAR 4. hormat dan santun
1.Latih dan biasakan bermain bersama dengan rekan nya
2.Tumbuhkan rasa keyakinan pada anak perbuataan yang baik seperti sikap sopan santun akan
disayangi orang tua,guru,dan teman.
3.Bimbing anak jika melakukan kesalahan dan beri konsekwensi dari perbutan tersebut
4.Ajak anak sesekali menonton film berkarakter dan bimbing anak tersebut
PILAR 5. dermawan,suka menolong dan gotong royong
1.Biasakan anak untuk berbagi dengan teman nya
2.Biasakan daam kegiatan anak untuk bekerja sama dan bergotong royong dan berikan pengertian tentang kemudahan dan kesuksesan dalam bekerja sama dan bergotong royong dalam mencapai suatu tujuan.
3.Setiap akhir kegiatan biasakan untuk membersihkan secara gotong royong
4.Berikan penghargaan kepada anak yang bersikap dermawan,tolong menolong,dan kerjasama
PILAR 6.percaya diri,kreatif,dan pekerja keras
1.Setiap anak yang berbuat baik berikanlah pujian karena nanti nya ia akan termotivasi untuk
melakukan perbuatan yang lebih baik
2.Memberikan pujian kepada anak untuk membangkitkan rasa percaya diri pada anak tersebut
3.Jika anak melakukan kegiatan harapkanlah pada si anak untuk melakukan dengan sempurna
4.Tunjukan kepada anak bahwa diri nya penting dengan perlakuan yang baik
5.jangan pusatkan perhatian pada tingkah laku yang buruk,berpendapat bahwa hal ini akan
mendorong anak akan bekerja keras,hal ini tidak benar
6.Berikanlah tingkah laku yang baik dan percaya diri kepada anak untuk membuat mereka lebih
nyaman
7.Anak yang percaya diri adalah anak yang penuh dengan kecerdasan dan keyakinan tapi tetap menerima kritikan membangun
PILAR 7.kepemimpinan dan keadilan
1.Dorong anak menjadi seorang pemimpin
2.Jika anak yang selalu “ingin menjadi pemimpin” arahkan
3.Optimakan kreatifitas guru untuk mencari metode yang menarik untuk anak
PILAR 8.baik hati dan rendah diri
1.Biasakan anak bermain bersama untuk sosialisasi
2.Berikan konsekwesi dari tindakan tersebut
3.Ajaklah menonton film yang berpesan moral
4.Tumbuhkan keyakinan pada awal bahwa orang yang baik disayangi tuhan
PILAR 9.toleransi,kedamaian dan kesatuan
1.Biasakan anak bermain bersama sehingga anak dapat belajar dan bermain
2.Ajaklah anak dapat mengungkapkan keebihan teman dalam bentuk permainan misalnya “temanku cerminku”. Anak akan mencari kelebihan teman nya dan saling bercermin
3.Ajarkan anak saling menyapa jikalau bertemu dan bersalaman ketika akan berpisah
K 4 kebersihan,kerapian,kesehatan,dan keamanan
1.Guru bias menjadi teladan yang baik kepada anak didik nya sebagai orang yang mencintai kebersihan,kerapian,kesehatan,dan keamanan
2.Lakukan latihan motorik K 4 seperti menyikat gigi {sentra eksprasi},membuat makanan yang sehat{fun cooking},menunjukkan alat yang berbahaya bagi anak
3.Sediakan alat alat yang mendukung K 4 seperti sapu,lap,sisir,kotak P3K,tempat untuk BAB dan BAK
4.Lakukan kunjungan ke rumah anak untuk melihat keberadaan anak dan lingkungan nya terkait dengan penerapan K 4
Berikan penghargaan kepada anak yang teah menunjukkan sikap yang menerapkan K 4 seperti berpakaian rapi dan bersih,mambawa makanan yang bersih dan bergizi d.Catatan : menyanyi,membaca,cerita berkaraktr,dan bermain peran yang cukup efektif untuk menerapkan karakter di daam keas maupun diingkungan anak tingga.
III . PENERAPAN DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE {DAP}
Mengapa muncul konsep DAP ?
Kurikulum Amerika tahun 1960-1970 an dianggap gagal menghasilkan siswa yang dapat berpikir kritis dan menyelesaikan masalah kehidupan nya
Mengapa gagal ?
1.Orientasi hanya pada menghafal
2.Lebih banyak menekankan aspek kognitif dari pada aspek lain {social,emosi,spiritual}
3.Pelajaran bersifat abstrak{tidak kongkrit}
4.Guru berceramah,anak mendengar pasif
5.Lebih banyak mengerjakan kegiatan bersifat individuallistis
Mengapa menggunakan DAP ?
Insting alami manusia sejak lahir {poter khine}seperti : menyedot asi {sucking insting}, insting belajar.
KONSEP DAP
1.Memperlakukan anak sebagai individu yang utuh {the whole child}
2.Melibatkan komponen
* Pengetahuan {knowledge}
* Keterampilan {skills}
* Sifat alamiah {dispositions}
* Perasaan {feelings}
Dianggap dapat memperthankan dan bahkan meningkatkan gairah semangat anak anak untuk belajar.
TEORI YANG MENDASARI DAP
1.Pengetahuan anak di bangun melalui pengalaman aksi
2.Setiap pengalaman baru akan membangun,pengertian pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi
Teori Piaget {teori perkembangan kognitif}
1.Contouctivism : pemahaman anak di bangun melalui aksi
2.Asimilasi : mengetahui sesuatu karena ada pengalaman sebelum nya
3.akomodasi : proses memodifikasi apa yang diketahui sebelumnya karena menghadapi fenomena yang
baru
Suasana belajar akan lebih efektif dalam seorang anak dihadapkan pada konflik,serta tindakan atau pengalaman nyata sehingga ada proses akomodasi dan asimilasi.Tahap perkembangan kognitif anak usia 18 – 6 atau 7 tahun {free –operational} yaitu mulai berpikir menggunakan symbol / objek kongkrit . Tahap perkembangan kognitif usia 7-12 tahun {concrete – operational} yaitu mulai berpikir abstrak dan logis,tapi masih memerlukan objek kongkrit.
TEORI ERIK ERIKSON {teori perkembangan emosi}
1.Perkembangan emosi positif sangat penting dalam perkembangan jiwa anak selanjut nya sehingga anak percaya diri dan besemangat untuk belajar
2.Sangat tergantung pada peran guru dan orang tua
MITIATIVE NS GUILT (USIA 3,5-6 TAHUN)
1. Pada masa usia ini, anak harus dapat bereksperimen, bereksplorasi, berimajinasi, berani
mengambil resiko, berani mencoba, sehingga anak kreatif dan antusias belajar
2. Anak terlalu banyak dikritik dan disalahkan akan mematikan kreatifitas, karena takut
mencoba
3. Memerlukan suasana belajar yang memberikan kesempatan anak aktif, berimajinasi,
bersosialisasi, dan berkreasi (bukan sebagai objek pasif)
INDUSTRY VERSUS INFERIORITY (USIA 6 TAHUN-AWAL PUBERTAS)
1. Masa paling kritis dalam membangun kepercayaan diri bahwa mereka mampu untuk berkarya
2. Berikan kegiatan permainan yang membuat mereka merasa berhasil melakukannya
3. Memberikan nilai atau rangkin yang dapat menimbulkan a sense of inferiority
Ciptakan kurikulum yang dapat membuat anak merasa mapu mengerjakannya dan tertantang untuk mengetahui lebih lanjut
TEORI FYGOTSKY (TEORI SOSIO-KULTURAL)
1. Cara belajar efektif melalui preaktek nyata (action) terutama dengan bermain
2. Perkembangan intelektual anak mencakup bagaimana mengaitkan bahasa dengan pikiran,
dengan aktif berbicara dan diskusi, anak lebih mngerti konsep berbicara
3. Bahasa merupakan alat Bantu yang efektif dalam proses belajar, bermain dan
bereksplorasi, dapat membantu perkembangan otak, berbahasa, bernalar, dan
bersosialisasi.
BAGIAN-BAGIAN OTAK
Sistem limbic otak:
1. mengontrol kemampuan daya ingat, kemampuan belajar manusia
2. merespon informasi yang diterima panca indera
3. Penyimpan informasi yang berharga
BRAIN BASED LEARNING
1. otak belajar melibatkan seluruh aspek fisiologi manusia
2. kerja otak dipengaruhi oleh emosi
3. otak selalu mencari makna dan arti
4. otak bekerja secara parallel dan simultan
5. kerja otak optimal jika diberi tantangan dan terhambat jika ada ancaman
HOWART GARDNER
1. Kecerdasan adalah multidimensi, setiap manusia mepunyai kecerdasan spesifik dan
kombinasi dari beberapa aspek kecerdasan
2. Definisi kecerdasan yaitu kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam
kehidupan, dan dapat menghasilkan produk yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan
Petunjuk praktik praktis pelaksanaan BAP
1. Merencanakan kurikulum
2. interaksi orangtua, guru, dan anak
3. Hubungan antara rumah dan sekolah
4. evaluasi perkembangan anak
merencanakan kurikulum sesuai BAP
1. mencakup pengembangan seluruh dimensi perkembangan anak, seperti fisik emosi social
spiritual, dan kognitif
2. guru harus memodifikasi kurikulum sesuai dengan akat, minat, kekuatan, kebutuhan, dan
latar belakang anak
3. memperhasilkan proses belajar yang aktif, keterlibatan anak dalam eksplorasi dan interaksi dengan guru dan rekan
4. Kegiatan dan material belajar harus nyata dan relevan dengan kehidupan anak
Hasil studi DAP
1. meningkatkan motivasi anak untuk bereksplorasi, meningkatkan kreatifitas
2. anak mempunyai tingkat stress dan kekhawatiran yang rendah
3. anak lebih kreatif, unggul dalam kemampuan bahasa, membaca dan matematika
Progam pendidikan yang sesuai dengan DAP
1. guru menyediakan beragam kegiatan dan bahan-bahan acara sehingga anak mempunyai
kesemapatan untuk memilih
2. guru harus memberikan peluang anak untuk tercelup dalam kegiatan di kelas dengan
menggunkan bahan-bahan ajaran, maupun diskusi aktif
3. mmeberikan bergam kegiatan secara kelompok atau individu
4. membantu dan mengarahkan anaka yanag masih belum mampu melakukannya
5. berikan motivasi kepada anak untuk berinisiatifkan diri mengulang apa yang sedang
dipelajari
Jadwal kegiatan/mengajar
JADWAL KEGIATAN HARIAN/PBM GURU TK NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH
TAHUN PELAJARAN 2010-2011
Banda Aceh 17 Juli 2010
Kepala TK Negeri 2
Nurlaila.S.Pd
NIP 19610217 198203 2 003
TAHUN PELAJARAN 2010-2011
- SENIN: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
- SELASA: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
- RABU: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
- KAMIS: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
- JUMAT: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
- SABTU: 07.50-08.00 Upacara Bendera Berbaris/Senam;
- 08.00-08.30 Imtaq;
- 08.30-09.00 Kegiatan Awal Kegiatan;
- 09.00-10.00 Kegiatan Inti;
- 10.00-10-30 Makan Minum;
- 10.30-11.00 Kegiatan Akhir
- 11.00-13.00 Membuat SKM & SKH, dan alat peraga untuk hari Berikutnya.
Banda Aceh 17 Juli 2010
Kepala TK Negeri 2
Nurlaila.S.Pd
NIP 19610217 198203 2 003
Minggu, 20 Maret 2011
Doaku
Doaku
Aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung
Tiada Tuhan kkecuali dia yang hidup tegak
Aku taubat kepadaMU dari segala perbuatan maksiat dan dosa
Aku bertaubat kepadaMu dari segala ucapan,perilaku,pendengaran
Penglihatan dan perasaan yang Engkau benci
Ya Allah sesungguhnya aku mohon ampun kepadaMU
Dari segala dosa yang telah lalu dan yang kemudian
Yang melewati batas, yang aku sembunyikan
Dan yang terang-terangan serta dosa yang …..
Engkau lebih mengetahuinya dari padaku.
Engkau yang Qadim dan yang akhir
Dan engkau yang kuasa dari segala sesuatu
Ya Allah aku mohon ampun kepadaMu dari setiap dosa
Aku bertaubat kepadaMU, dari dosa yang kemudian ku ulangi
Aku mohon ampun kepadaMU atas amal yang tujuannya
untukMU tetapi dicampuri hal-hal yang tidak engkau ridhai
Aku mohon ampun kepadaMu dari khianat ku
Terhadap janjimu padaku
Yang aku menyalahkannya kepada perbuatan durhaka
Dan aku mohon kepadaMu atas segala dosa
Yang tiada pengampunannya kecuali engkau
Dan tiada menampakkan kepada seseorangpun
Kecuali selain kepadaMu
Dan tidak melapangkannya kecuali rahmat dan santunanMu
Dan tidak selamat darinya kecuali atas ampunanMU
Aku mohon ampun kepadaMu dari setiap sumpah yang aku langgar
Dan aku mohon ampun kepadaMu
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau
Bahwasanya aku menganiaya diriku sendiri
Aku mohon ampun kapadaMu
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau
Engkau yang mengetahui barang gaib dan nyata
Dari setiap kejahatan yang aku lakukan disiang dan dimalam hari
Tersembunyi dan terang-terangan, engaku senantiasa melihat aku
Setiap aku melakukan maksiat pasti engkau melihatnya
Baik perilaku yang aku sengaja, salah ataupun lupa
Wahai Dzat yang penyantun lagi pemurah
Dan aku memohon ampun kepadaMu
Yang tiada Tuhan kecuali engkau
Ya Allah Ya Tuhanmu ampunilah aku, kasihanilah daku
Serta terimalah taubatku, engkau sebaik-baik yang mengasihi
aku memohon ampun kepadaMu atas pelanggaranku
meninggalkan ibadah fardhu yang diwajibkan kepadaku
dalam sehari semalam, baik yang aku sengaja atau yang tidak
yang lupa atau yang aku abaikan. Dan aku dituntut karenanya
dan dari setiap perjalanan (sunnah) nabi Muhammad saw
yang aku tinggalkan karena lupa atu khilaf, dungu
atau menggampangkannya, sedikit atau banyak dan aku mengulanginya
aku memohon ampun kepadaMu atas
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, yang Esa
Tiada sekutu baguMu, Maha suci engkau penguasa alam semesta
Kepunyaanmulah kerajaan dan bagiMu-lah segala puji dan syukur
Engkau yang mencukupi aku,Engkau adalah sebaik-baik pelindung
Dan penolong, tiada kekuatan dan kemampuan melakukan ibadah
kepadaMu serta menjauhi laranganMu kecuali dengan …
pertolongan Mu yang luhur dan Agung
semoga engkau memberi selawat dan salam
kepada Nabi besar Muhammad saw keluarga dan sahabat beliau
Amiin ya Rabbal a’lamin
Label: Doa, Puisi
Aku mohon ampun kepada Allah yang maha agung
Tiada Tuhan kkecuali dia yang hidup tegak
Aku taubat kepadaMU dari segala perbuatan maksiat dan dosa
Aku bertaubat kepadaMu dari segala ucapan,perilaku,pendengaran
Penglihatan dan perasaan yang Engkau benci
Ya Allah sesungguhnya aku mohon ampun kepadaMU
Dari segala dosa yang telah lalu dan yang kemudian
Yang melewati batas, yang aku sembunyikan
Dan yang terang-terangan serta dosa yang …..
Engkau lebih mengetahuinya dari padaku.
Engkau yang Qadim dan yang akhir
Dan engkau yang kuasa dari segala sesuatu
Ya Allah aku mohon ampun kepadaMu dari setiap dosa
Aku bertaubat kepadaMU, dari dosa yang kemudian ku ulangi
Aku mohon ampun kepadaMU atas amal yang tujuannya
untukMU tetapi dicampuri hal-hal yang tidak engkau ridhai
Aku mohon ampun kepadaMu dari khianat ku
Terhadap janjimu padaku
Yang aku menyalahkannya kepada perbuatan durhaka
Dan aku mohon kepadaMu atas segala dosa
Yang tiada pengampunannya kecuali engkau
Dan tiada menampakkan kepada seseorangpun
Kecuali selain kepadaMu
Dan tidak melapangkannya kecuali rahmat dan santunanMu
Dan tidak selamat darinya kecuali atas ampunanMU
Aku mohon ampun kepadaMu dari setiap sumpah yang aku langgar
Dan aku mohon ampun kepadaMu
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau
Bahwasanya aku menganiaya diriku sendiri
Aku mohon ampun kapadaMu
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau
Engkau yang mengetahui barang gaib dan nyata
Dari setiap kejahatan yang aku lakukan disiang dan dimalam hari
Tersembunyi dan terang-terangan, engaku senantiasa melihat aku
Setiap aku melakukan maksiat pasti engkau melihatnya
Baik perilaku yang aku sengaja, salah ataupun lupa
Wahai Dzat yang penyantun lagi pemurah
Dan aku memohon ampun kepadaMu
Yang tiada Tuhan kecuali engkau
Ya Allah Ya Tuhanmu ampunilah aku, kasihanilah daku
Serta terimalah taubatku, engkau sebaik-baik yang mengasihi
aku memohon ampun kepadaMu atas pelanggaranku
meninggalkan ibadah fardhu yang diwajibkan kepadaku
dalam sehari semalam, baik yang aku sengaja atau yang tidak
yang lupa atau yang aku abaikan. Dan aku dituntut karenanya
dan dari setiap perjalanan (sunnah) nabi Muhammad saw
yang aku tinggalkan karena lupa atu khilaf, dungu
atau menggampangkannya, sedikit atau banyak dan aku mengulanginya
aku memohon ampun kepadaMu atas
Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, yang Esa
Tiada sekutu baguMu, Maha suci engkau penguasa alam semesta
Kepunyaanmulah kerajaan dan bagiMu-lah segala puji dan syukur
Engkau yang mencukupi aku,Engkau adalah sebaik-baik pelindung
Dan penolong, tiada kekuatan dan kemampuan melakukan ibadah
kepadaMu serta menjauhi laranganMu kecuali dengan …
pertolongan Mu yang luhur dan Agung
semoga engkau memberi selawat dan salam
kepada Nabi besar Muhammad saw keluarga dan sahabat beliau
Amiin ya Rabbal a’lamin
Label: Doa, Puisi
Jumat, 11 Maret 2011
Puisi: Minggu
Minggu
Pagi minggu menjelang
suasana tenang
Tidak perlu terburu-buru
Mengejar waktu
Untuk menghadapi tugas
Kegiatan rutinitas
Senin tiba
Semua jadi tergesa-gesa
Dijalan orang kebutan
Agar cepat sampai tujuan
Tanpa mereka menghiraukan
Keamanan di perjalanan
Kadang kala membuat ulah
mereka ada pula
yang ambil jalan yang salah
menyelinap antar pengendara
akhirnya keduanya cedera
Pagi minggu menjelang
suasana tenang
Tidak perlu terburu-buru
Mengejar waktu
Untuk menghadapi tugas
Kegiatan rutinitas
Senin tiba
Semua jadi tergesa-gesa
Dijalan orang kebutan
Agar cepat sampai tujuan
Tanpa mereka menghiraukan
Keamanan di perjalanan
Kadang kala membuat ulah
mereka ada pula
yang ambil jalan yang salah
menyelinap antar pengendara
akhirnya keduanya cedera
Sabtu, 26 Februari 2011
Lagu anak TK
Pelangi pelangi
Alangkah Indahmu
Merah kuning hijau
Di langit yang biru
Pelukismu agung
Siapa gerangan
Pelangi pelangi
Ciptaan Tuhan
Alangkah Indahmu
Merah kuning hijau
Di langit yang biru
Pelukismu agung
Siapa gerangan
Pelangi pelangi
Ciptaan Tuhan
Dodoli dodoli pret
suara mobilku
Rodanya dari karet
Warnanya biru
suara mobilku
Rodanya dari karet
Warnanya biru
Dodoli dodoli pret
nyetir sendiri
Disetop pak polisi
Kuharus berhenti
nyetir sendiri
Disetop pak polisi
Kuharus berhenti
Naik Delman
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja Mengendrai kuda supaya baik jalannya
Naik delman istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja Mengendrai kuda supaya baik jalannya
TUk Tak tik tu TUk Tak tik tu..............3x suara spatu kuda
Ada sebangsa burung
yang tidak bisa terbang
Tubuhnya sangat jangkung
seperti naik engrang
yang tidak bisa terbang
Tubuhnya sangat jangkung
seperti naik engrang
Panjanglah kakinya
Panjanglah lehernya
Datang dari Afrika
Itulah burung unta
Panjanglah lehernya
Datang dari Afrika
Itulah burung unta
Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya
Pakai sepatu baru
Hidung saya satu
Dua kaki saya
Pakai sepatu baru
Dua telinga saya
Yang kiri dan kanan
Satu mulut saya
Tidak berhenti makan
Yang kiri dan kanan
Satu mulut saya
Tidak berhenti makan
gelang sipaku gelang
gelang si rama rama
gelang si rama rama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
Ibu Kita Kartini
Pencipta Lagu dan Lirik : WR Supratman
ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa
Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut
semakin lama semakin jelas
bentuk rupanya
Itulah kapal api yang sedang berlayar
asapnya yang putih mengepul di udara
semakin lama semakin jelas
bentuk rupanya
Itulah kapal api yang sedang berlayar
asapnya yang putih mengepul di udara
Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Kamis, 17 Februari 2011
Puisi ulang tahunku
Puisi ulang tahunku
Selamat Ulang Tahun
Dengan bertambah usia ditemani prahara
Sejuta angan dan cita menata hari depan
Menempuh dengan penuh semangat dan perjuangan
Tanpa pamrih walau badai menerjang
kehidupan penuh liku semangat membatu menyatu
cinta dan kasih mereka mewarnainya
menambah indahnya semangat membara
menyelimuti jiwa yang teduh berlabuh
terjuntai beribu angan dalam sanibari
Menempuh jalan yang masih panjang tak bertepi
Tanpa pernah ditemani perasaan iri dan dengki
Mengingat dan tak luput ntuk mensyukuri
Atas semua Rahmat dari Sang Ilahi Rabbi
Mengharapkan kemenangan nantinya
Kemenangan di akhirat perbanyak taubat
Dunia berpesta pora suka cita penuh canda
Menjadikan kita lalai dan terbuai perhiasannya
Dengan Tambah usia tentu kita mulai waspada
Izrail akan berjumpa walau tak tau dia tiba
Masa akan berlalu begitu saja tanpa kata
Hanya iman akan membawa
Amal dan ilmu akan menemani nantinya
Selamat Ulang Tahun
Dengan bertambah usia ditemani prahara
Sejuta angan dan cita menata hari depan
Menempuh dengan penuh semangat dan perjuangan
Tanpa pamrih walau badai menerjang
kehidupan penuh liku semangat membatu menyatu
cinta dan kasih mereka mewarnainya
menambah indahnya semangat membara
menyelimuti jiwa yang teduh berlabuh
terjuntai beribu angan dalam sanibari
Menempuh jalan yang masih panjang tak bertepi
Tanpa pernah ditemani perasaan iri dan dengki
Mengingat dan tak luput ntuk mensyukuri
Atas semua Rahmat dari Sang Ilahi Rabbi
Mengharapkan kemenangan nantinya
Kemenangan di akhirat perbanyak taubat
Dunia berpesta pora suka cita penuh canda
Menjadikan kita lalai dan terbuai perhiasannya
Dengan Tambah usia tentu kita mulai waspada
Izrail akan berjumpa walau tak tau dia tiba
Masa akan berlalu begitu saja tanpa kata
Hanya iman akan membawa
Amal dan ilmu akan menemani nantinya
Selamat Ulang Tahun
Dengan bertambah usia ditemani prahara
Sejuta angan dan cita menata hari depan
Menempuh dengan penuh semangat dan perjuangan
Tanpa pamrih walau badai menerjang
kehidupan penuh liku semangat membatu menyatu
cinta dan kasih mereka mewarnainya
menambah indahnya semangat membara
menyelimuti jiwa yang teduh berlabuh
terjuntai beribu angan dalam sanibari
Menempuh jalan yang masih panjang tak bertepi
Tanpa pernah ditemani perasaan iri dan dengki
Mengingat dan tak luput ntuk mensyukuri
Atas semua Rahmat dari Sang Ilahi Rabbi
Mengharapkan kemenangan nantinya
Kemenangan di akhirat perbanyak taubat
Dunia berpesta pora suka cita penuh canda
Menjadikan kita lalai dan terbuai perhiasannya
Dengan Tambah usia tentu kita mulai waspada
Izrail akan berjumpa walau tak tau dia tiba
Masa akan berlalu begitu saja tanpa kata
Hanya iman akan membawa
Amal dan ilmu akan menemani nantinya
Selamat Ulang Tahun
Dengan bertambah usia ditemani prahara
Sejuta angan dan cita menata hari depan
Menempuh dengan penuh semangat dan perjuangan
Tanpa pamrih walau badai menerjang
kehidupan penuh liku semangat membatu menyatu
cinta dan kasih mereka mewarnainya
menambah indahnya semangat membara
menyelimuti jiwa yang teduh berlabuh
terjuntai beribu angan dalam sanibari
Menempuh jalan yang masih panjang tak bertepi
Tanpa pernah ditemani perasaan iri dan dengki
Mengingat dan tak luput ntuk mensyukuri
Atas semua Rahmat dari Sang Ilahi Rabbi
Mengharapkan kemenangan nantinya
Kemenangan di akhirat perbanyak taubat
Dunia berpesta pora suka cita penuh canda
Menjadikan kita lalai dan terbuai perhiasannya
Dengan Tambah usia tentu kita mulai waspada
Izrail akan berjumpa walau tak tau dia tiba
Masa akan berlalu begitu saja tanpa kata
Hanya iman akan membawa
Amal dan ilmu akan menemani nantinya
Senin, 14 Februari 2011
Pusi Ketika Dia Datang
Puisi Ketika dia datangKetika Dia datang
ku tempati bangku kosong itu
sekeliling ku banyak kembang
semerbak mewangi
menambah kesegaran
Taman indah dan nyaman
ku pandangi sosok yang menghampiriku
seorang dengan tubuh tinggi kekar
begitu meyakinkan ayunan langkahnya
begitu wibawanya dia
Sangat tampan
Sangat terpesona
Iia julurkan tangannya berjabat
Ku sambut dan siap tegak
sudah lama disini, engkau sendiri?
Ya, aku tersipu…..dan bangga
Bagaimana keadaanmu sekarang ?
Baik , jawabku hatiku bergetar
sampai darahku berdesir
Dikembangkan tangannya
Menyentuh pundakku,
Terasa olehku seakan
hampir menyatu
pelukannya……..hangat
Membuat jantungku mendegup tak karuan
aku tak dapat bergerak
tak bisa mengelak
ku dapatkan kehangatan
Kerelakan apapun itu……..
Kurasakan sentuhan lembut
Harum khasnya membuat ku menjadi berbeda
sentuhan itu..............
juga hadir dibibirku
Sangat lembut aku terhanyut
Menyatu………………………………..
Dapat ku rasakan sesuatu yang beda……
Hasrat ingin membalas semuanya
Agar ku rasakan sesuatu yang beda
Dapat terbang ke angkasa
Menari di awan sana
Tanpa ada siapa-apa
Tanpa ada kicauan burung yang mengganggu
Tanpa suara jengkrik yang berisik
Tanpa ada suara hiruk pikuk kenderaan
Oo indahnya.
Tetapi, ketika meng-eratkan pelukannya
Aku merasa berbeda………………………..
Lembut kini terasa sangat berbeda
Bukan kehangatan tapi kedinginan
Ku tersentak..............
terbuka mataku, guling lembut
menempel dipipiku………………
Begitu indah guling membuaiku.
ku tempati bangku kosong itu
sekeliling ku banyak kembang
semerbak mewangi
menambah kesegaran
Taman indah dan nyaman
ku pandangi sosok yang menghampiriku
seorang dengan tubuh tinggi kekar
begitu meyakinkan ayunan langkahnya
begitu wibawanya dia
Sangat tampan
Sangat terpesona
Iia julurkan tangannya berjabat
Ku sambut dan siap tegak
sudah lama disini, engkau sendiri?
Ya, aku tersipu…..dan bangga
Bagaimana keadaanmu sekarang ?
Baik , jawabku hatiku bergetar
sampai darahku berdesir
Dikembangkan tangannya
Menyentuh pundakku,
Terasa olehku seakan
hampir menyatu
pelukannya……..hangat
Membuat jantungku mendegup tak karuan
aku tak dapat bergerak
tak bisa mengelak
ku dapatkan kehangatan
Kerelakan apapun itu……..
Kurasakan sentuhan lembut
Harum khasnya membuat ku menjadi berbeda
sentuhan itu..............
juga hadir dibibirku
Sangat lembut aku terhanyut
Menyatu………………………………..
Dapat ku rasakan sesuatu yang beda……
Hasrat ingin membalas semuanya
Agar ku rasakan sesuatu yang beda
Dapat terbang ke angkasa
Menari di awan sana
Tanpa ada siapa-apa
Tanpa ada kicauan burung yang mengganggu
Tanpa suara jengkrik yang berisik
Tanpa ada suara hiruk pikuk kenderaan
Oo indahnya.
Tetapi, ketika meng-eratkan pelukannya
Aku merasa berbeda………………………..
Lembut kini terasa sangat berbeda
Bukan kehangatan tapi kedinginan
Ku tersentak..............
terbuka mataku, guling lembut
menempel dipipiku………………
Begitu indah guling membuaiku.
Sabtu, 05 Februari 2011
Wanita Penghuni Syurga
Wanita Penghuni Syurga
Wahai wanita yang ingin
Menjadi penghuni syurga
Engkau selalu waspada
Dengan kemegahan dunia
Ketika insan sedang terlelap
Engkau selalu terjaga
Memanfaatkan malam
dengan bersyukur kepadaNYA
Puasa sering dilaksanakan
Menjaga aurat dari godaan
Menjaga lidah dari ucapan
Menjaga hati dari bisikan syaithan
Taat pada suami
Saling menasehati
Jauhi dari penyakit hati
Baik iri maupun dengki
Beribadah dengan taat
Bertaubat dengan iman
Bersyukur dan bersabar
Selalu taat kepada Tuhan
Wahai wanita pencari syurga
Ketika orang sedang bergembira
Engkau mengingat kesusahan
Saat orang ramai sedang berbincang
Engkau diam
Ketika orang sedang tertawa
Engkau menangis
Ketika orang sedang terlena
Engkau khusyuk
Wanita pencari syurga
kau mudah tersentuh
dan menetes air mata
Tidak mengumpat dan pemarah
Tidak berbuat keji dan egois
Pengganggu dan suka pamer
Mencintai sang Pencipta
6 Februari 2011